Cianjur24update – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas membuat Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Cianjur mengambil langkah antisipatif.
Seluruh biro perjalanan ibadah umroh di wilayah tersebut diminta menunda sementara jadwal keberangkatan jemaah.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Cianjur, Herriyanto, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang hendak menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, komunikasi dengan para pengelola travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) telah dilakukan secara intensif sejak Kamis, 5 Maret 2026.
“Pertimbangannya tentu keselamatan jemaah. Di tingkat daerah kami juga sudah berkomunikasi dengan travel agar sementara waktu menunda pemberangkatan umroh,” ujar Herriyanto.
Ia juga memastikan kondisi jemaah asal Cianjur yang saat ini sudah berada di Tanah Suci dilaporkan dalam keadaan aman dan tetap menjalankan rangkaian ibadah sebagaimana mestinya.
Pemerintah berharap para jemaah tersebut dapat menyelesaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Meski keberangkatan umroh ditunda sementara, Herriyanto menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan normal.
Seluruh program dan tahapan yang telah direncanakan tidak terdampak oleh kebijakan ini.
Di sisi lain, kebijakan penundaan ini turut berdampak pada para pelaku usaha travel umroh di Cianjur.
Sejumlah penyelenggara perjalanan harus melakukan penjadwalan ulang terhadap keberangkatan jemaah yang sudah direncanakan sebelumnya.
Riziq, salah satu pengelola travel umroh di Cianjur, mengaku pihaknya harus menyesuaikan kembali jadwal perjalanan yang semula akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Ia tidak menampik bahwa keputusan tersebut membawa dampak finansial dan operasional bagi pihak travel.
“Memang ada dampak bagi travel karena sebagian sudah melakukan pemesanan tiket dan hotel. Namun kami mengikuti imbauan Kemenhaj, karena keselamatan jemaah adalah prioritas utama,” kata Riziq. (*)






















