Cianjur24Update – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menegaskan superflu bukan virus atau penyakit baru, melainkan influenza musiman A(H3N2) yang telah lama dipantau.
Hingga kini, tidak ada lonjakan signifikan kasus influenza di Cianjur dan belum ditemukan varian baru melalui pemeriksaan sekuensing genom.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyampaikan penjelasan tersebut saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Cianjur, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, hingga saat ini belum ada rilis resmi dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan adanya temuan virus baru terkait istilah superflu.
“Kalau kita lihat rilis dari kementerian, belum ada pernyataan resmi tentang varian baru. Ini masih varian yang memang sudah ada sebelumnya, namun tetap menjadi kewaspadaan kita bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, di Kabupaten Cianjur belum ditemukan kasus influenza yang terkonfirmasi sebagai varian baru. Penetapan varian baru, kata dia, harus melalui pemeriksaan sekuensing genom dan menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Di Cianjur, yang terdeteksi masih sebagai flu biasa. Untuk memastikan apakah ini varian baru atau tidak, harus melalui sekuensing genom dan penentuannya dilakukan oleh pemerintah pusat,” katanya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Cianjur tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sistem surveilans, memperketat koordinasi dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, serta memantau perkembangan kasus di lapangan.
I Made juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan.
“Untuk penyakit virus, kuncinya ada pada imun dan daya tahan tubuh. Pola makan bergizi, aktivitas fisik, olahraga teratur, istirahat cukup, dan menghindari kelelahan harus dijaga,” jelasnya.
Terkait gejala, ia menyebut keluhan yang dialami warga masih serupa dengan influenza pada umumnya.
“Gejalanya berupa infeksi saluran pernapasan, biasanya demam tinggi yang muncul mendadak dan disertai nyeri badan. Ini berbeda dengan infeksi bakteri yang umumnya diawali batuk atau nyeri saat menelan,” pungkasnya. (*)






















