Meski tidak secara detail, ia menjelaskan, biaya operasional yang dimaksud kebutuhan tak terduga sopir truk sampah di perjalanan. Dan perihal itu memang belum bisa diakomodir oleh DLH.
“Namanya di jalan banyak kebutuhan-kebutuhan. Selama ini kebutuhan di jalan itu ditanggulangi oleh sopir. Lama-lama juga mungkin mereka berat, harus jadi beban kita. Inilah yang kita coba usulkan,” katanya.
Pihaknya mengharapkan permasalahan ini dapat segera diselesaikan dan ada solusi terbaik untuk para sopir truk sampah.
“Iya mudah-mudahan secepatnya, kita juga komunikasikan dengan pimpinan kita. Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” ujarnya.
Aksi mogok kerja para sopir truk sampah, terang dia, baru hari ini. Namun atas kondisi itu untuk sementara aktivitas pengangkutan sampah menjadi terhenti.
“Hari ini memang terhenti, mudah-mudahan secepatnya kita juga mendapatkan solusi. Iya (terhenti sejak pagi),” ujarnya seraya menambahkan sopir truk sampah di DLH Kota Bogor berjumlah 130 orang. (*)