Bogor24Update – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor menggelar forum group discussion (FGD) resolusi dan penyusunan peta komflik mencermati Pilkada serentak tahun 2024 di Kota Bogor.
Ketua FKDM Kota Bogor, Abdul Rachmat Saleh mengatakan, tugas FKDM ini untuk mendeteksi dini dalam setiap langkah sedemikian rupa terkait dalam Pilkada 2024 nanti maupun kondusifitas wilayah khususnya Kota Bogor.
Menurutnya, sebuah forum yang mendeteksi kewaspadaan dini di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, salah satunya untuk melakukan pencegahan oleh organisasinya.
FKDM Kota Bogor akan menjalankan kerja sama dengan lembaga penegak hukum, sebagai fungsi kontrol dan juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mencegah isu-isu hoaks atau ujar kebencian.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Adi Novian mengatakan, dengan momentum sama tujuan sesuai dengan visi misi bisa ketemu dengan semua kepengurusan maupun anggota organisasi forum ini dan mengenali satu sama lain.
“Terutama dengan kegiatan di wilayah, kalau arti menghidupkan organisasi harus sering melakukan kegiatan atau laporan terutama kegiatan yang akan datang adalah Pilkada serentak 2024,” kata Adi, Jumat, 21 Juni 2024 di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
Menurutnya, salah satu kegiatan organisasi bagian pengurus FKDM sesuai dengan amanat undang-undang, tentunya juga mempunyai kewajiban dan jiwa yang tinggi dan bergabung dalam organisasi sosial.
“Harus diketuk pintu tengah malam, dan lurah, RW sudah dikenal, akan diketuk untuk meminta bantuannya, artinya di sini peran FKDM dalam pendeteksian dini terhadap masyarakat,” ujar dia.
Menghadapi situasi politik, harus diantisipasi dengan judulnya kewaspadaan dini, karena bukan pemadam kebakaran, melainkan memadamkan kebakaran dalam pencegahan komflik.
Ia menambahkan, potensi kerawanan tidak melihat wilayah besar dan kecil, melainkan mencegah kerawanan yang harus diantisipasi serta jejaring wilayah harus jalankan dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Babinsa dan Binmas.
“Kerawanan tidak memandang wilayah itu luas, besar tetapi antispasi dan pencegahan yang diutamakan, serta menjalin hubungan baik dengan aparat di wilayah maupun jejaring dari masyarakat,” tandasnya. (*)