Cianjur24Update – Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian meresmikan Gedung Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di RSUD Pagelaran, Selasa, 3 Ferbruari 2026.
Peresmian tersebut dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam meningkatkan layanan kedaruratan ibu hamil dan bayi baru lahir, khususnya bagi masyarakat Cianjur Selatan.
Bupati Wahyu Ferdian mengatakan, Gedung PONEK RSUD Pagelaran merupakan fasilitas PONEK pertama di wilayah Cianjur Selatan. Sebelumnya, layanan serupa hanya tersedia di RSUD Sayang Cianjur Kota dan RSUD Cimacan.
“Dengan adanya gedung ini, masyarakat Cianjur Selatan tidak perlu lagi dirujuk ke wilayah kota atau ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan darurat ibu dan anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, gedung PONEK tersebut dibangun terintegrasi dalam satu kompleks agar pelayanan medis dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal. Pemerintah daerah juga berencana membuka gerai Unit Transfusi Darah (UTD) di Pagelaran untuk mendukung kebutuhan tindakan operasi.
Wahyu juga menyampaikan, dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa, Kabupaten Cianjur idealnya memiliki 8 hingga 12 rumah sakit. Saat ini, pemerintah fokus mengoptimalkan rumah sakit yang telah ada, seperti RSUD Sayang, RSUD Cimacan, RSUD Pagelaran, dan RSUD Sindangbarang.
Terkait tenaga medis, ia menyebut RSUD Pagelaran telah memiliki dokter spesialis yang cukup lengkap. Namun, masih terdapat kekurangan dokter gigi di tingkat Puskesmas.
Sementara itu, Direktur RSUD Pagelaran dr. Irvan Nur Fauzy menjelaskan, Gedung PONEK dirancang untuk mempercepat penanganan pasien tanpa harus melalui UGD umum. Lantai bawah menyediakan tujuh tempat tidur, sedangkan lantai atas dilengkapi delapan tempat tidur inkubator.
“Target kami, keputusan operasi dapat dilakukan maksimal 30 menit setelah diagnosis ditegakkan,” kata dr. Irvan.
Ia menambahkan, tingkat hunian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) RSUD Pagelaran saat ini telah mencapai 90 persen, sehingga rumah sakit merencanakan penambahan kapasitas rawat inap serta ruang intensif seperti ICU dan NICU. (*)






















