Bogor24Update – Kementerian Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) angkatan pertama secara serentak di 17 daerah di Indonesia, salah satunya di SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Senin 10 Agustus 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mengatakan pembentukan SNT merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut bertujuan memberikan kesempatan dan pelayanan kepada anak-anak istimewa agar dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik.
“Hari ini kita melakukan langkah baru, sejarah baru karena SNT ini baru kita laksanakan pada periode ini,” ujar Mu’ti kepada wartawan saat meninjau pelaksanaan MPLS di SNT 7 Parung.
Lebih lanjut Mu’ti menjelaskan, SNT mengintegrasikan jenjang pendidikan SMP hingga SMA dengan jumlah masing-masing 40 siswa pada setiap jenjang. Dengan demikian, total siswa pada jenjang SMP dan SMA mencapai 80 orang.
“Jumlah 80 murid itu kami pertahankan dalam rangka menjaga mutu, murid-murid ini berprestasi atas rekomendasi kepala sekolah dan kepala daerah berdasarkan nilai TKA juga berdasarkan kemampuan akademik, seni, kemampuan lain, dan lulus tes skolastik,” ucapnya.
Terkait kurikulum pembelajaran, Mu’ti mengatakan sistem pendidikan di SNT akan menggunakan Kurikulum Nasional Plus.
“Kurikulum Nasional Plus itu keunggulannya dalam bidang bahasa, akademik, olahraga dan sebagainya. Kemudian, gurunya kita seleksi dari guru-guru yang sekarang ini guru yang memang sudah berpengalaman, khususnya para kepala sekolah,” tuturnya.
Mu’ti menambahkan, seluruh siswa yang bersekolah di SNT mendapatkan beasiswa secara gratis serta didukung sarana dan prasarana yang lengkap.
“Kita harapkan mereka punya kemampuan untuk dapat melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri dan bisa menghasilkan generasi emas untuk 2045 nanti,” kata dia.
Sebagai informasi, terdapat 17 lokasi SNT yang melaksanakan MPLS secara serentak pada angkatan pertama. Lokasi tersebut berada di Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.(*)




















