Bogor24Update – Memperingati Hari Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengadakan rangkaian kegiatan yang diawali dengan upacara di Plaza Balai Kota Bogor pada Senin, 10 November 2025.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pada upacara dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Wilayah (Forkopimwil), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, lembaga pemerintahan, perbankan yang tergabung dalam Himbara, serta perwakilan sektor swasta.
“Semua kita undang untuk bersama memperingati Hari Pahlawan,” ujar Dedie Rachim, kepada wartawan di Plaza Balaikota Bogor.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dreded yang dipimpin oleh Danrem 061/Suryakencana sebagai pembina upacara.
“Usai tabur bunga kami melakukan penanaman pohon di kompleks Istana Bogor, diikuti oleh Bupati Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, serta unsur Forkopimwil dan Forkopimda. Jadi itu rangkaian keseluruhan hari ini,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bogor juga mengungkapkan pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Bogor sedang mengusulkan KH. Sholeh Iskandar untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
“Beliau dikenal sebagai pejuang, pendidik, dan pendiri Universitas Ibn Khaldun Bogor. Saat ini, beliau sudah masuk dalam daftar usulan 40 calon penerima gelar Pahlawan Nasional,” jelasnya.
Dari sejumlah nama yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baru Prof. Muhtar Kusumaatmadja yang masuk dalam 10 besar calon penerima gelar tahun ini.
“Kita tetap bersyukur dan berdoa agar Kiai Haji Prof. Sholeh Iskandar bisa segera mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, semoga tahun depan atau dalam waktu dekat,” tuturnya.
Dalam sambutan Menteri Sosial RI yang dibacakan oleh Dedie Rachim, ditegaskan bahwa generasi masa kini harus melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Perjuangan untuk kemerdekan dulu tidak mudah, penuh cucuran keringat, darah, dan air mata. Sekarang perjuangan lebih mudah karena banyak hal sudah disiapkan oleh para pendahulu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat untuk membangun bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.
“Jangan terpecah karena perbedaan pendapat, dan jangan berhenti berkontribusi hanya karena tidak berada di posisi tertentu. Semua harus berpikir bagaimana membangun bangsa ini menjadi lebih baik, ” tegasnya.
Dedie Rachim juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar memiliki cita-cita tinggi dan tidak membatasi diri.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi PNS, anggota TNI, atau Polri. Kalian bisa menjadi entrepreneur, tokoh agama, olahragawan, budayawan, atau seniman. Semua bidang terbuka untuk berkiprah dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya. (*)






















