Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya dalam melakukan penataan terhadap tempat wisata yang berada di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Pasalnya, kawasan Malasari yang dikelilingi ribuan hektar lahan perkebunan teh itu memiliki potensi menjadi tempat wisata yang mendunia.
Namun, kondisi jalan yang rusak karena belum dicor untuk menuju ke tempat wisata tersebut seolah menjadi musuh besar bagi wisatawan.
Selain itu, minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) juga menjadi tantangan tambahan bagi wisatawan karena gelap akan cahaya.
Bahkan, tak adanya sinyal ponsel saat berada di kawasan tersebut juga menjadi problematika wisatawan.
Menanggapi itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan ia akan terlebih dahulu memprioritaskan akses jalan yang rusak tersebut.
“Yang terpenting adalah kita akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Rudy kepada wartawan di kawasan Malasari, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Kemudian, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan, yakni PT Sumi Asih dalam mengembangkan kawasan wisata Malasari.
“Ini hampir mirip dengan Puncak tahun 60-an saat kebun teh yang belum ada pedagang kaki lima (PKL) dan belum tersentuh pergerakan-pergerakan ekonomi,” ucapnya.
Oleh karena itu, Rudy optimis bisa mengembangkan wisata Malasari bersama perusahaan terkait.
“Sesuai dengan slogan kita Kuta Udaya Wangsa yaitu kebangkitan bangsa. Maka, membangun Kabupaten Bogor untuk bangsa Indonesia dari Malasari untuk Kabupaten Bogor, dari Kabupaten Bogor untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)





















