Bogor24Update – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penjualan bendera dan berbagai aksesoris kemerdekaan terbilang masih sepi.
Kondisi tersebut diungkapkan Boy (36), penjual bendera asal Cirebon yang telah menjalani usaha musiman ini sejak 2013 dengan berjualan di lokasi yang berbeda setiap tahunnya.
Boy menjelaskan, pada tahun ini ia mulai membuka lapak di Kota Bogor tepatnya di kawasan Jalan Sudirman sejak akhir Juli 2026.
“Saya memang setiap tahun jualan bendera. Tahun ini mulai jualan sejak 30 Juli,” kata Boy saat ditemui di lapaknya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dibandingkan tahun lalu, dikatakan Boy, penjualan tahun ini mengalami penurunan. Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat turut memengaruhi daya beli sehingga jumlah pembeli masih sedikit.
“Kalau dibanding tahun kemarin, jualan sekarang lebih sepi. Mungkin karena kondisi ekonomi, jadi pembelinya juga masih sedikit,” katanya.
Ia mengaku sampai hari ini, barang daganganya baru terjual puluhan. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, memasuki awal Agustus masyarakat sudah mulai ramai membeli.
“Biasanya tanggal 1 Agustus sudah banyak yang beli karena masyarakat mulai pasang bendera. Tapi sekarang masih sedikit,” ucap Boy.
Ia mengaku hanya berjualan hingga 16 Agustus. Berbagai produk tersedia di lapaknya, mulai dari bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul hingga aksesoris kemerdekaan lainnya, dengan harga yang ditawarkan bervariasi.
“Untuk bendera plastik dan bendera kecil buat di sepeda motor harganya Rp5.000, kalau bendera ukuran terbesar 180 sentimeter harganya Rp 425.000 dan umbul-umbul dijual dengan harga sekitar Rp 30.000,” urainya.
Meski penjualannya saat ini belum banyak, Boy mengatakan tetap optimistis masyarakat akan mulai membeli bendera menjelang peringatan HUT RI. (*)



















