Cianjur24update – Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2026, calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur mulai dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Perbedaan suhu yang cukup signifikan, terutama panas tinggi di siang hari, menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, serta pembinaan kebugaran guna memastikan jemaah siap secara fisik.
Ketua Tim Kerja Surveilen Imunisasi dan Kesehatan Haji Dinkes Cianjur, Faizal Ali Akbar, mengatakan bahwa kesiapan menghadapi cuaca menjadi salah satu fokus utama jelang keberangkatan.
“Selain pemeriksaan kesehatan, kita juga mempersiapkan jemaah agar mampu beradaptasi dengan cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem,” ujarnya.
Sebanyak 73 calon jemaah haji telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan dijadwalkan menjalani vaksinasi sebagai syarat wajib.
Sebelum vaksinasi, seluruh jemaah terlebih dahulu menjalani screening kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan layak.
Dalam tahapan ini, jemaah juga diberikan manasik kesehatan, termasuk edukasi menjaga stamina, mengatur aktivitas, serta pentingnya menjaga cairan tubuh saat berada di cuaca panas.
Adapun vaksin yang diberikan meliputi meningitis dan polio sebagai syarat wajib, serta influenza yang sangat dianjurkan guna menjaga daya tahan tubuh.
“Vaksin influenza penting karena perubahan cuaca bisa memengaruhi kondisi tubuh jemaah,” katanya.
Selain itu, jemaah juga diimbau untuk mulai membiasakan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, guna meningkatkan daya tahan tubuh sebelum berangkat.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur, Emma Siti Fatimah, menegaskan bahwa seluruh proses vaksinasi diberikan secara gratis.
“Ini difasilitasi pemerintah. Kami juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan, karena ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang kuat,” ujarnya.
Diketahui, mayoritas jemaah didominasi oleh lansia, dengan usia tertua mencapai 93 tahun.
Setelah vaksinasi, jemaah masih akan menjalani tes kebugaran di Puskesmas sebelum keberangkatan yang dijadwalkan pada 17 Mei 2026.
“Persiapan sudah hampir 100 persen, tinggal tes kebugaran sebelum berangkat,” pungkasnya. (*)




















