Bogor24Update – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mengaku malu saat meninjau kondisi Masjid Atta’awun di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor yang terlihat kumuh.
Dalam kunjungannya itu, KDM menyoroti atap luar masjid yang mengalami kerusakan tanpa adanya upaya pembenahan.
Bahkan, KDM mempertanyakan langsung pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Atta’awun terkait pengelolaan masjid tersebut.
“Ngerakeun (memalukan) bagi saya pak ini harga diri,” ujar KDM dikutip dari Instagram pribadinya, Rabu 28 Januari 2026.
Kemudian, KDM pun melihat sejumlah lampu di bagian luar masjid yang kondisinya sudah tidak terlalu terang.
“Eta lampuna 7 tahun tara diganti,” ucapnya.
Lalu, KDM juga mengaku miris ketika melihat tempat parkiran yang kumuh dan minimnya tempat pembuangan sampah.
Padahal, tambah dia, besaran pendapatan parkir harian yang didapatkan oleh petugas parkir mencapai Rp900 ribu di hari biasa dan bisa lebih besar di hari libur atau akhir pekan.
Karena tidak transparan, dia mempertanyakan kejelasan aliran dana parkir tersebut. Mengingat, kondisi itu tidak sebanding dengan pemasukan yang didapatkan.
“Tiketnya tiap hari diambilin, tapi tempatnya ga diurus. Ngerakeun, doraka mararaneh,” tuturnya.
Dengan kumuhnya tempat ibadah tersebut, KDM tidak yakin kawasan Puncak Bogor bisa jadi tempat wisata favorit dunia yang selama ini diagungkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor.
“Rek kumaha jadi wisata favorit dunia ari kieu mah,” cetusnya.
Sebagai bentuk dukungan untuk pembenahan yang lebih baik, KDM siap mengucurkan langsung dana Rp50 untuk Masjid Atta’awun.
“Berapa biaya perbaikannya? Kirimkan ke rekening, nanti saya transfer Rp50 juta,” pungkasnya.(*)




















