Cianjur24update – Kondisi memprihatinkan dialami puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karyamukti, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Ruang kelas yang rusak parah akibat gempa bumi 2022 membuat kegiatan belajar mengajar tidak berjalan normal.
Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut nyaris ambruk dan tidak lagi layak digunakan.
Akibatnya, para siswa terpaksa belajar di ruang guru hingga berbagi kelas dengan rombongan belajar lain dalam satu ruangan.
Keterbatasan sarana dan prasarana membuat proses belajar menjadi tidak nyaman. Bahkan, beberapa siswa harus belajar berdesakan karena jumlah ruang kelas yang terbatas.
Kondisi bangunan yang rusak terlihat dari atap yang keropos, dinding retak hingga terbelah, serta pondasi bangunan yang mulai miring.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi siswa dan guru jika sewaktu-waktu bangunan tersebut ambruk.
Guru SDN Karyamukti, Elian Syahudin, mengatakan bahwa kerusakan bangunan terjadi akibat gempa bumi dan pergeseran tanah yang terjadi beberapa tahun lalu.
“Ini memang efek dari gempa dan pergeseran tanah. Sebenarnya kami punya empat ruang, satu digunakan untuk kantor, tiga untuk kelas. Tapi satu ruang sudah tidak bisa dipakai karena kondisinya membahayakan,” ujarnya.
Saat ini, dari total empat ruangan yang ada, hanya tiga yang difungsikan. Satu ruang digunakan sebagai kantor dan ruang guru, sementara dua ruang lainnya dipakai bergantian oleh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 yang berjumlah sekitar 52 orang.
Sementara itu, siswa mengaku tidak nyaman dengan kondisi belajar saat ini dan berharap ruang kelas segera diperbaiki.
“Sejak gempa sudah lama digabung sama kelas lain. Nggak nyaman, pengen cepat diperbaiki,” ujar Denia, siswi kelas 6.
Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah melalui dinas terkait.
Mereka berharap perbaikan ruang kelas yang rusak dapat segera direalisasikan agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.
Meski harus belajar dalam kondisi serba terbatas dan penuh kekhawatiran, para siswa tetap menunjukkan semangat untuk menuntut ilmu setiap harinya. (*)





















