“Metode ini yang kita lakukan, dan setiap satu kepala keluarga bayar Rp25 ribu, jadi harus ada terlibat dalam pergerakan menjaga lingkungan ini,” jelas dia.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor juga harus bekerja sama dengan setiap kelurahan untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah, termasuk sistem pengangkutan yang lebih efisien dan fasilitas yang modern.
Hal tersebut, sambung Edi Kholki, akan membantu mengurangi dampak negatif lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup warga setempat.
Ia menambahkan, bahwa solusi yang paling pokok, yaitu kewajiban untuk membuang sampah pada tempatnya, waktu mengenai persampahan prioritas Wali Kota Bogor Bima Arya ketika periode pertama dan hal itu menjadi solusi harus disiapkan.
“Kalau ada solusinya mengenai sampah di perkampungan maupun perumahan sudah pastinya akan lancar,” tandas dia.