Bogor24Update – Peristiwa pembacokan yang melibatkan pedagang pecel lele penjual kopi terjadi di Jalan Transyogi, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (19/11) itu melibatkan lima orang sekaligus. Dua orang pedagang pecel lele dan tiga orang yang salah satunya penjual kopi. Ketiganya diketahui merupakan anggota Ormas.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison mengungkap, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dikarenakan pedagang pecel lele merasa muak dengan tingkah ketiga orang anggota Ormas tersebut.
“Si korban ini merupakan anggota ormas yang berjualan kopi yang warungnya bersebelahan dengan pelaku ini,” ujar Edison kepada Bogor24Update, Kamis, 20 November 2025.
Edison menyebut, korban dan pelaku sudah sering cekcok gara-gara persaingan dagang.
“Korban ini kadang suka mengganggu si pelaku, terus yang beli pecel lele di situ kadang diusir, bahkan kalau lapak itu kosong diputusin tali tambang dan bambunya oleh si korban,” ucapnya.
Kemudian, puncak keributan terjadi saat pelaku melihat korban dengan kondisi mabuk yang berjalan seperti seorang jagoan.
“Karena setiap hari ketemu dan kesal dengan korban, akhirnya pelaku bersama keponakannya langsung membabat, membacok pakai kapak ke arah kepala korban dan dua temannya yang juga anggota ormas saat hendak menolong,” tuturnya.
Edison menegaskan, kejadian itu bukan disebabkan karena pemerasan. Melainkan, faktor perselisihan persaingan dagang.
Usai kejadian itu, ketiga korban yang berdarah-darah langsung dilarikan ke RSUD Cileungsi oleh warga sekitar.
“Sedangkan kedua pelaku sudah kita amankan,” pungkasnya.(*)






















