Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut kepulangan 328 jemaah haji asal Kota Bogor. Kedatangan rombongan kloter terakhir yakni kloter 27 ini sekaligus menandakan berakhirnya proses kepulangan jemaah haji asal Kota Bogor tahun 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, kendati secara umum berjalan lancar, faktor cuaca ekstrem dan perjalanan panjang dari Tanah Suci memicu gangguan kesehatan bagi sejumlah jemaah.
Kata ia, begitu tiba di titik penjemputan, empat jemaah haji di antaranya terpaksa harus langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju ruang perawatan intensif.
”Empat di antaranya langsung masuk ke rumah sakit, yaitu ke RSUD Kota Bogor dan juga RS Hermina. Indikasinya karena kelelahan fisik yang cukup berat,” ujar Dedie.
Selain empat jemaah yang harus mendapatkan perawatan klinis di rumah sakit, mayoritas jemaah yang pulang juga mengeluhkan gejala gangguan pernapasan ringan yang umum terjadi pascaibadah haji.
”Sebagian besar memang tadi saya tanya mengeluhkan batuk-batuk dan gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Memang kalau pulang dari haji itu sudah seperti langganan ISPA karena faktor sosiologis di sana,” ujarnya.
“Tapi mudah-mudahan kita doakan beliau-beliau menjadi haji dan hajah yang mabrur serta kembali ke rumah dalam kondisi selamat,” tambah Dedie.
Sedangkan terkait biaya pengobatan bagi jemaah yang mendadak jatuh sakit, pemerintah menjamin seluruh mekanisme pembiayaan akan berjalan aman dengan jaminan kesehatan nasional.
”Rata-rata jemaah kan sudah memiliki fasilitas BPJS Kesehatan, terbukti tadi tidak ada keluhan administrasi apapun di lapangan. Namun jika nanti ada sesuatu hal darurat yang perlu dibantu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), tentu akan kita bantu dan fasilitasi penuh,” tegasnya.
Dengan mendaratnya kloter 27 ini, total keseluruhan jemaah haji asal Kota Bogor yang berjumlah 772 orang kini telah resmi kembali ke Tanah Air.
Pemandangan haru dan bahagia pun mewarnai kepulangan kloter terakhir ini. Di sela-sela tangis haru keluarga, terselip cerita unik mengenai kerinduan para jemaah terhadap kuliner Tanah Air.
”Seperti yang kita lihat, mereka semua tampak sangat bahagia. Uniknya, rata-rata saat saya tanya langsung tadi, hal pertama yang mereka rindukan adalah ingin segera makan bakso dan nasi padang di rumah,” jelasnya.
Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama (Kemenag) selaku penyelenggara, serta jajaran TNI-Polri yang terus memonitor keamanan sosiologis di lapangan. (*)





















