Bogor24Update – Untuk pertama kalinya, dua peserta dari Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) Kota Bogor berhasil lolos seleksi ketat dan resmi dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda.
Proses pengukuhan yang digelar oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor melalui bidang pembinaan anggota muda tersebut berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor.
Kedua sosok inspiratif yang mencetak sejarah tersebut yaitu Anindita Khairunniswa (10) merupakan siswi kelas 5 SDN Muarasari 2 yang tinggal di Kampung Lebak Sari, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan.
Dan Noela Eka Natania Chrissy (10), atau yang akrab disapa Noel, merupakan siswi kelas 5 SDN Batutulis 2 yang berdomisili di Perumahan Villa Tajur, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur.
Keberhasilan kedua Pramuka Siaga ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih tingkatan tertinggi dalam kecakapan Gerakan Pramuka. Sejak usia dini, keduanya telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam mengikuti setiap tahapan pembinaan.
Saat ditemui usai upacara pengukuhan, Anindita Khairunniswa menceritakan awal mula ketertarikannya pada dunia kepanduan sejak menginjak bangku kelas 1 SD karena suasananya yang dinilai seru.
Ketika ditanya apakah keterbatasan yang dimilikinya menjadi sebuah hambatan selama proses seleksi, dengan tegas Anindita menampiknya.
”Enggak, tetap semangat! Kemarin waktu ikut seleksi Pramuka Garuda juga tidak ada kendala sama sekali. Dari mulai awal seleksi sampai akhir, jalannya lancar,” kata Anindita.
Meski saat ini baru menguasai hafalan dasar seperti Dwi Satya dan Dwi Darma, Anindita menyimpan ambisi besar ketika nanti naik ke tingkatan Pramuka Penggalang di masa SMP. Ia mengaku sangat ingin mempelajari berbagai keterampilan teknis kepanduan yang lebih menantang.
“Pokoknya di Pramuka pengen sekali bisa macam-macam, mulai dari bikin tandu sampai keterampilan lainnya,” tambahnya penuh optimisme.
Hal senada disampaikan Noela Eka Natania Chrissy, dirinya juga membagikan kisah perjuangannya dalam meraih predikat Pramuka Garuda. Bagi Nayla, keputusannya aktif di Pramuka lahir dari keinginan diri sendiri karena kegiatannya yang sangat menyenangkan.
Ketekunannya membuahkan hasil, di mana kini ia telah menguasai berbagai keterampilan dasar, termasuk komunikasi menggunakan morse dan semaphore.
Noel mengakui bahwa keberhasilannya berdiri di panggung pengukuhan Pramuka Garuda tidak lepas dari besarnya dukungan lingkungan sekitar. Motivasi yang tiada henti dari orang tua, pihak sekolah, guru-guru, hingga para kakak pembina di gugus depan menjadi energi utama baginya untuk menuntaskan ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) hingga selesai.
Bahkan, ia dengan ceria menceritakan pengalamannya mengikuti tes fisik dan mental dari pagi hari tanpa mengeluh.
”Selama ikut Siaga Pramuka, semua kasih semangat. Waktu seleksi Garuda di SDN Mangga Mekar kemarin, saya membuat kerajinan tatakan gelas. Terus untuk penampilan seni budayanya, saya menampilkan pertunjukan wayang binatang dari bahan kardus,” tutur Noel mengenang momen seleksinya.
Keberhasilan Anindita dan Noela dalam menembus jajaran Pramuka Garuda tingkat Kota Bogor tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh anak berkebutuhan khusus lainnya di Kota Bogor.
Keduanya adalah bukti nyata bahwa inklusivitas dalam Gerakan Pramuka berjalan dengan nyata, di mana ruang untuk berprestasi terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki tekad dan semangat juang yang tinggi. (*)





















