Bogor24Update – Sebanyak 54 mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Prima Husada akan melaksanakan program Praktik Komunitas Masyarakat Desa (PKMD).
Kegiatan ini akan berlangsung pada 5–16 Januari 2026 di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mencakup 9 RW dengan penempatan 6 mahasiswa setiap RW.
Camat Bogor Selatan, Irman Khaeruddin, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya berfokus pada praktik kebidanan, tetapi juga diminta untuk membantu edukasi masyarakat terkait isu kesehatan yang lebih luas, terutama pencegahan stunting, pencegahan pernikahan dini, serta temuan di bidang kesehatan dan pendidikan di wilayah.
“Selain tujuan kebidanan, saya minta mereka membantu edukasi tentang stunting, pernikahan dini, dan hal-hal lain yang ditemukan di lapangan. Mata pemerintah itu terbatas, jadi temuan mahasiswa menjadi sumber informasi penting bagi kami,” ujar Irman, Jumat, 28 November 2025.
Irman juga menekankan pentingnya keterbukaan masyarakat terhadap kegiatan ini. Warga diharapkan bersedia menyampaikan kondisi apa adanya, termasuk jika terdapat potensi pernikahan di bawah umur, sehingga bisa segera dilakukan edukasi dan pencegahan.
Sementara itu, Wadir III Bidang Kemahasiswaan Akbid Prima Husada,
Santi Ariyandini, menjelaskan PKMD merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa kebidanan untuk mengaplikasikan ilmu terkait kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi remaja, hingga kesehatan lansia.
“Sebelumnya kami banyak melakukan PKMD di wilayah kabupaten. Tahun ini pertama kali kami lakukan di wilayah kota, salah satunya Kertamaya. Setelah koordinasi dengan Puskesmas Cipaku dan Kecamatan, Kertamaya dinilai paling sesuai untuk jumlah mahasiswa kami,” jelas Santi.
Sosialisasi kepada pihak kelurahan, RW, dan RT telah dilakukan untuk menghindari kebingungan masyarakat ketika mahasiswa mulai hadir pada Januari nanti.
Selain praktik lapangan, mahasiswa juga diminta membuat video edukasi sesuai arahan Puskesmas.
“Jadi edukasinya lebih banyak visual, dan kami diminta untuk pembuatan vidio edukasi,” tuturnya.
Puskesmas dan Kecamatan juga memberi pesan khusus untuk memperkuat edukasi.
“Seperti penurunan angka stunting, pencegahan pernikahan dini dan
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat),” tuturnya.
Santi menambahkan bahwa kegiatan ini tidak memiliki target angka tertentu, namun diharapkan menjadi media penerapan ilmu sekaligus memberikan dampak positif bagi warga. (*)






















