Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyesuaikan SOTK Perumda Tirta Pakuan untuk perkuat kelembagaan dan tingkatkan kinerja.
Penyesuaian ini mencakup penambahan jumlah direksi menjadi empat direktorat, meliputi Direktur utama, Direktur Administrasi dan Keuangan, Direktur Operasional, serta Direktur Pelayanan dan Bisnis.
Persetujuan Kemendagri tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Nomor: 900.1.13.2/8149/Keuda. Tindak lanjut dari persetujuan tersebut adalah terbitnya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bogor Nomor 900.1.13.2/Kep.393-Bag.Ekon/2025, yang menetapkan pengangkatan kembali Rino Indira Gusniawan sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk periode 2025–2030.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan bahwa penyesuaian struktur organisasi dilakukan seiring dengan meningkatnya capaian dan tantangan perusahaan. Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih Tirta Pakuan menjadi dasar kuat untuk memperkuat kelembagaan.
“Penyesuaian SOTK ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan kapasitas perusahaan dalam menjawab kebutuhan pelayanan dasar masyarakat,” ujar Denny.
Denny juga menyampaikan dalam lima tahun terakhir, kinerja Perumda Tirta Pakuan dinilai sangat signifikan. Audit BPKP dan Kantor Akuntan Publik Budiandru & Rekan menempatkan Tirta Pakuan pada predikat SEHAT.
Bahkan, perusahaan ini dinobatkan sebagai BUMD air minum dengan kinerja terbaik di Jawa Barat dan meraih peringkat ke-4 nasional pada 2024 dan 2025.
“Tirta Pakuan pada predikat SEHAT, bahkan menjadi BUMD air minum dengan kinerja terbaik di Jawa Barat serta peringkat ke-4 nasional pada tahun 2024 dan 2025,” ujarnya.
Puncaknya, pada 2024, Perumda Tirta Pakuan mencatatkan laba terbesar sepanjang sejarah perusahaan, yaitu Rp 59,1 miliar. Kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga tinggi, melalui dividen sebesar Rp 29,55 miliar.
Capaian positif ini didorong oleh sejumlah langkah, termasuk penurunan tingkat kehilangan air, penambahan cakupan layanan, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan jaringan pipa.
Selain penyediaan air minum, Pemkot Bogor juga memberikan penugasan strategis tambahan kepada Perumda Tirta Pakuan, seperti pengelolaan air limbah domestik (L2T2), kolaborasi pengelolaan sampah, optimalisasi aset, dan penguatan sinergi antar-BUMD.
“Penugasan strategis Perumda Tirta Pakuan, antara lain pengelolaan air limbah domestik (L2T2), kolaborasi pengelolaan sampah Kota Bogor, optimalisasi aset, serta penguatan sinergi antar-BUMD,” jelasnya.
Mengacu pada Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 Pasal 50, Denny menegaskan bahwa direksi dapat diangkat kembali apabila berkinerja baik dan mendukung keberlanjutan BUMD.
“Atas dasar itu, masa jabatan Direktur Utama (Rino Indira Gusniawan) kembali dilanjutkan untuk periode 2025–2030,” jelasnya.
Sementara itu, proses penjaringan untuk tiga posisi direksi lainnya akan segera dilaksanakan. Denny berharap pada Januari semua posisi sudah terisi sehingga dapat sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
“Berarti Januari sudah terisi semua mudah-mudahan sesuai dengan jadwal yang telah kita tetapkan,” pungkasnya. (*)






















