“Batik Cibuluh ini sangat spesial di mana dari sembilan kelompok pengrajin batik mereka mempunyai ciri khas masing-masing berupa pola yang berbeda,” tandasnya.
Sementara itu, Pendiri LSPR Institute of Communication and Business, Prita Kemal Gani menyampaikan apresiasinya atas implementasi proyek mahasiswa dalam program pengembangan komunitas di Kampung Batik Cibuluh.
“Saya sangat bangga dengan proyek mahasiswa yang telah melaksanakan program pengembangan komunitas di Kampung Batik Cibuluh,” ucapnya.
Melalui serangkaian kegiatan pra event ini, lanjut Prita, bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi batik Cibuluh dan memperkenalkannya ke dunia internasional.
“Diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan membantu mempromosikan warisan budaya Indonesia ke seluruh dunia,” tandasnya.
Salah satu pengrajin batik Cibuluh, Elfanora mengungkapkan, rasa senangnya dengan kehadiran mahasiswa LSPR di wilayahnya, terlebih mereka akan memilih produk Kampung Batik Cibuluh untuk diperkenalkan di Perth, Australia.
“Kami sebagai pembatik sangat senang ada yang bakalan mempromosiin. Mereka juga ngajarin kami memberikan masukan dan pelatihan. Kami tentunya sangat bangga kalau (batik Cibuluh) bisa berangkat (ke Australia),” ucapnya.
Selama ini, diakuinya, para pengrajin batik Cibuluh sering mendapatkan pelatihan dari berbagai pihak. Namun, menurutnya, kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk upgrade pengetahuan terutama bagi pengrajin batik dari kalangan Ibu-Ibu.
“Dengan adanya kegiatan mahasiswa seperti ini kami merasa perlu banget biar Ibu-Ibu pengrajin batik tambah ilmu, tidak lupa lagi begitu dikejar-kejar produksi,” tandasnya. (*)