Bogor24Update – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau pekerjaan land clearing atau pembukaan lahan sekaligus pembangunan jalan akses kantor pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam peninjauannya, Dedie Rachim didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih, Kepala BKAD Kota Bogor Lia Kania Dewi, Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, serta pejabat terkait lainnya.
Dedie Rachim mengatakan, terdapat dua pekerjaan yang tengah dilaksanakan di kawasan tersebut. “Alhamdulillah, kita tinjau ada dua pekerjaan. Yang pertama adalah land clearing untuk memastikan rencana pekerjaan beberapa bangunan dan fungsi di area calon kantor pemerintahan Kota Bogor masa depan,” ujar Dedie Rachim kepada wartawan.
Di lahan seluas 6 hektare, Pemkot Bogor merencanakan pembangunan kantor pemerintahan, masjid, sarana olahraga, termasuk kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
“Nanti di sini kita akan bangun masjid, kemudian sarana olahraga untuk Bogor Timur, termasuk juga nanti akan ada satu kantor DPMPTSP,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan juga akan dibangun pusat layanan masyarakat di mana terdapat 21 organisasi perangkat daerah (OPD) direncanakan menempati kawasan tersebut.
“Sehingga masyarakat nanti tidak terpencar-pencar kalau ngurus izin, ngurus apa, kebutuhan-kebutuhan layanan nanti ada di sini semua,” katanya.
Untuk pekerjaan kedua berupa pembangunan jalan tembus dari akses Tol Bogor Selatan menuju Bogor Raya City, kemudian melintasi kawasan perkantoran Pemkot Bogor dan kembali terhubung ke kawasan Bogor Raya.
Menurutnya, progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai 48 persen dengan deviasi positif sebesar 10 persen. Pekerjaan ini diharapkan dapat selesai pada November, dilanjutkan dengan uji coba dan penyempurnaan fasilitas keselamatan sebelum dioperasikan.
“Sampai Hari ini 48 persen capaiannya, deviasi positif 10 persen. Diharapkan nanti di Desember kita bisa mengoperasionalkan jalan ini. Artinya, memberikan kemudahan akses masyarakat yang ada di wilayah Bogor Timur, sebelah perumahan Bogor Raya ke Summarecon atau ke arah Bogor Raya City,” ungkap Dedie Rachim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, sebelum jalan digunakan, sejumlah kelengkapan perlu dipastikan, mulai dari marka jalan hingga penerangan. Penataan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dalam peninjauan tersebut, Dedie Rachim juga menyoroti keberadaan tiga sumber mata air di kawasan tersebut.
Menurutnya selama ini, sumber air dimanfaatkan oleh masyarakat Pangulaan yang masuk wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Kata Dedie Rachim, Pemkot Bogor tidak menutup akses pemanfaatan sumber air tersebut bagi masyarakat. Bahkan, pemerintah membuka peluang pembangunan pipa sambungan agar air dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Bogor Timur.
“Kita tidak menutup, bahkan dari Pemerintah Kota Bogor mengizinkan untuk dibikinkan pipa sambungan. Jadi, air di sini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Bogor Timur,” jelasnya.
“Di sebelah kiri ini ada dua, di tengah sini ada satu tapi lebih relatif lebih kecil. Nanti kita akan pastikan kemanfaatannya terutama untuk kebun pembibitan,” tambahnya.
Terkait pembangunan fasilitas lainnya, Dedie Rachim menerangkan, sarana olahraga direncanakan menjadi salah satu prioritas pembangunan pada tahun depan.
Sementara itu, pembangunan masjid masih diupayakan dengan mempertimbangkan keberadaan Pondok Pesantren Sirajul Huda yang berdekatan dengan lokasi.
Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi fasilitas tempat pemakaman umum (TPU). Pembangunan berbagai fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan pembangunan di wilayah Kota Bogor.
“Jadikan pembangunan tidak selamnya di tengah, kita juga terus mencoba mencarikan alternatif-alternatif untuk pemerataan pembangunan di wilayah,” pungkas Dedie Rachim. (*)




















