Bogor24Update – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menghadiri prosesi topping off SIG Tower milik Saraswanti Group di Jalan Perdana Raya, kawasan Budi Agung, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada 12 Oktober 2026.
Dedie Rachim mengapresiasi pembangunan SIG Tower yang dinilai menjadi kebanggaan bagi Kota Bogor. Menurut ia, Saraswanti Group merupakan perusahaan asli Bogor yang telah berkembang pesat sejak didirikan pada 2001.
“Pertama-tama kita mengucapkan syukur alhamdulillah. Ini sebuah perusahaan asli Bogor. Saraswanti Group ini didirikan tahun 2001 di Kota Bogor, memulai usaha di bidang pupuk dan sekarang berkembang menjadi salah satu laboratorium pengujian keamanan pangan paling canggih di Indonesia,” ujar Dedie Rachim.
Ia menilai pembangunan gedung tersebut tidak hanya memperkuat fasilitas pengujian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya tenaga kerja lokal dan lulusan perguruan tinggi di Kota Bogor.
“Jadi ini patut kita banggakan, hari ini kita topping off untuk sebuah bangunan laboratorium mereka 18 lantai yang menurut saya ini bisa menyerap banyak tenaga kerja. Apalagi saat ini juga sudah banyak sekali para tenaga kerja yang direkrut dari sekitaran Bogor dan lulusan-lulusan dari perguruan tinggi di Kota Bogor, ” katanya.
Dedie Rachim menyebut, selain fasilitas pengujian keamanan pangan, Kota Bogor juga tengah mengembangkan fasilitas terkait penelitian genetika melalui pembangunan gene bank yang ditargetkan selesai pada tahun ini.
“Ini membanggakan untuk Kota Bogor dan memastikan ke depan Bogor jadi kota sains, kreatif, maju, dan berkelanjutan,” ungkap Dedie Rachim.
Sementara itu, Direktur Teknis PT Saraswanti Indogenetech sekaligus Pimpinan Proyek SIG Tower, Dwi Yulianto Laksono, menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Juni 2025.
Lalu, prosesi topping off dilaksanakan pada Oktober 2026. Pihaknya menargetkan pembangunan gedung dapat rampung pada awal Januari 2028.
“SIG Tower ini merupakan salah satu penambahan kapasitas dari Laboratorium Saraswanti Indogenetech yang sudah ada di Rasamala 20,” bebernya.
Dwi menambahkan, gedung baru tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 800 karyawan. Sedangkan untuk fasilitas di dalamnya akan mencakup laboratorium kimia dan laboratorium instrumen untuk analisis keamanan pangan, kesehatan, serta kosmetik.
“Nanti karyawannya ditargetkan mungkin okupansinya sekitar 800 orang karyawan.
Laboratoriumnya laboratorium kimia, terus kemudian laboratorium instrumen untuk analisa keamanan pangan dan juga kesehatan dan juga kosmetik,” pungkasnya. (*)




















