Sukabumi24update – Pemandangan tak biasa terlihat di depan SDN Cipta Bina Mandiri Suryakencana, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Sejak pukul 4 subuh, ratusan calon orang tua murid sudah memadati pintu masuk sekolah untuk mengamankan nomor antrean pendaftaran siswa baru.
Antrian mengular hingga halaman sekolah. Bahkan, sejumlah orang tua menggunakan barang seperti buku, botol minum, tas, berkas, hingga helm motor untuk menandai tempat antrean. Padahal, sekolah baru membuka pendaftaran pukul 8 pagi.
Ketatnya antrean terjadi karena sekolah membatasi jumlah pendaftar. Kuota per hari hanya 100 orang, sementara banyak orang tua khawatir anaknya tidak kebagian tempat di sekolah yang dianggap favorit ini.
Fitria, salah satu calon orang tua siswa, mengaku sudah merasakan pengalaman tidak kebagian nomor antrean di hari pertama.
“Hari pertama gak kebagian. Jam 4 setengah lima antri, dibatasi katanya per hari seratus. Sekarang hari kedua karena sekolah ini favorit jadi orang lebih tahu, anak dijamin,” ujarnya.
Hal serupa diungkapkan Sandi Saepul Bakri yang juga gagal mendaftar di hari pertama.
“Hari pertama gak kebagian. Kakaknya kemarin di sini, kakaknya juga di sini. Saya menyimpan tanda botol minum, datang ke sini jam setengah lima antrean ke delapan. Kemarin datang jam 7 itu udah gak kebagian, sekarang datang lebih awal,” katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDN CBM Suryakencana, Yucke Lasmara, menyebut ketakutan orang tua menjadi alasan utama mereka datang lebih pagi.
“ketakutan para calon orang tua siswa makanya mereka datang lebih pagi. Sementara kita buka pendaftaran dari jam delapan pagi hingga jam dua belas siang,” jelasnya.
Sekolah merencanakan menerima 144 calon siswa baru. Penerimaan akan dibagi berdasarkan usia dan zonasi menjadi empat kelas.
—























