“Posisi memang sangat sulit dijangkau, sarang tawon berada di ketinggian sekitar 10 meter, termasuk untuk pijakannya, petugas harus menggantung kakinya sebelah,” terangnya.
Ade memperkirakan keberadaan sarang tawon vespa itu sudah lama bertahun-tahun dan sudah membentuk sebuah koloni yang besar.
“Jumlah koloninya sangat banyak ratusan mungkin bahkan ribuan, termasuk telurnya. Jadi kalau tidak ditangani segera akan cepat bertambah jumlahnya,” katanya.
Ia menjelaskan, alasan evakuasi sarang tawon dilakukan malam hari karena tawon tidak begitu aktif dan berkumpul semua di sarangnya. Termasuk serangga dari jenis ini sensitif terhadap cahaya.
“Untuk ini kami imbau kepada warga tidak melakukan penanganan sendiri terhadap tawon karena berbahaya. Jika terganggu akan menyerang bersama-sama, apalagi jenisnya vespa,” harapnya.
“Jika warga menemukan sarang tawon di rumah atau pekarangan rumah segera melapor kepada petugas Damkar atau BPBD,” imbuhnya.
Baca juga : Tawon Serang Korban Tewas saat Angkat Genting Rumah di Kota Bogor
Proses evakuasi dari dimulai hingga selesai cukup menyita perhatian warga sekitar yang penasaran ingin melihat bentuk sarang dari koloni tawon vespa yang telah menimbulkan korban jiwa.
Sebelumnya, Mahpudin (50), warga setempat meninggal dunia setelah disengat koloni tawon vespa tersebut. Korban ketika itu akan mengevakuasi sarang tawon tersebut, pada Rabu, 21 Februari 2024 sekira pukul 11.00 WIB. (*)