Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengerahkan 40 truk dan alat berat untuk menangani timbunan sampah di Kali Baru, Jalan Raya Jakarta-Bogor.
Penanganan sampah tersebut dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah perangkat daerah.
“Total sekitar 40 truk kami kerahkan untuk penanganan sampah ini. Truk tersebut dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT),” ungkap Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Agus Budi, Minggu 12 Juli 2026.
Tak hanya dari DLH, kata Agus Budi, alat berat yang diterjunkan tersebut juga dibantu Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Seperti dua unit alat berat termasuk ekskavator amfibi.
Proses pengangkutan, lanjutnya, dilakukan secara intensif. Dimana sampah yang menghambat aliran sungai diangkut karena selain mengganggu juga berpotensi menimbulkan banjir serta pencemaran lingkungan.
“Kondisi timbunan sampah di lokasi ini memang sangat memprihatinkan. Karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” jelas Agus Budi.
Ia mengungkapkan, volume sampah yang harus diangkut diperkirakan mencapai sekitar 230 truk. Dengan kapasitas armada dan alat berat yang saat ini beroperasi, proses pembersihan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu lima hari terhitung Sabtu 11 Juli 2026.
“Perkiraan sementara, volume sampah mencapai sekitar 230 truk. Jika proses berjalan lancar, kami menargetkan pembersihan dapat selesai dalam waktu kurang lebih lima hari,” bebernya.
Menurut Agus, proses pembersihan di lapangan tidak mudah. Selain tumpukan sampah rumah tangga, petugas juga menemukan batang dan dahan pohon berukuran besar yang menyangkut di aliran sungai sehingga harus diangkat dan dipotong terlebih dahulu sebelum sampah lainnya dapat dievakuasi.
Tidak hanya itu, berbagai barang berukuran besar juga ditemukan di dalam sungai, mulai dari kulkas, televisi, hingga kasur. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya perilaku membuang sampah sembarangan yang memperparah kondisi sungai.
“Dari informasi tim DPU, kedalaman timbunan sampah mencapai sekitar dua meter. Karena itu, proses pembersihan membutuhkan upaya yang sangat ekstra, baik dari sisi personel, armada, maupun penggunaan alat berat,” katanya.(*)





















