Bogor24Update – Musim kemarau yang telah berlangsung selama sebulan terakhir mengakibatkan krisis air bersih di 10 kecamatan di Kabupaten Bogor.
Ketua Tim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengatakan krisis air bersih tersebut terjadi dalam kurun waktu 10 Juni hingga 10 Juli 2026.
“Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan 10 kecamatan dan 13 desa atau kelurahan di Kabupaten Bogor terdampak krisis air bersih,” ujar Andi kepada Bogor24update, Jumat 10 Juli 2026.
Andi menjelaskan, 10 kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Citeureup, Nanggung, Babakan Madang, Jonggol, Sukajaya, Sukaraja, Rumpin, Leuwisadeng, Rancabungur, dan Ciseeng.
“Total yang terdampak ada 4.452 kepala keluarga (KK) atau 15.906 orang,” ucapnya.
Untuk mengatasi krisis tersebut, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
“Langkah yang sudah kita lakukan saat ini pendistribusian air ke titik wilayah kekeringan Kabupaten Bogor telah mencapai 140 liter air bersih atau 28 ritase,” pungkasnya.(*)





















