Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melakukan peninjauan lokasi pembangunan Pasar Merdeka yang berada di Kecamatan Bogor Tengah, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Peninjauan itu dilakukan untuk mengetahui progres pembangunan pasar yang mengusung konsep pasar bersih.
Dedie Rachim memaparkan bahwa pembangunan pasar rakyat ini menjadi bagian dari penataan kota yang diawali dari Pasar Jambu Dua, Pasar Gembrong Sukasari, dan Pasar Merdeka.
Menurutnya, keberadaan pasar rakyat di Kota Bogor, saat ini memiliki tren positif karena bukan hanya menyediakan pasar basah, tetapi juga sentra kuliner seperti Pasar Jambu Dua.
Pasar Merdeka juga menjadi bagian dari penataan wilayah Bogor Tengah dan Bogor Barat, mulai dari kawasan Jalan Semeru, Mawar, M.A. Salmun, Merdeka, hingga Perintis Kemerdekaan.
“Dalam waktu dekat para pedagang yang selama ini ada di penampungan sementara, pedagang kaki lima bisa masuk. Kapasitas tampung ada sekitar 450,” kata Dedie Rachim.
Kata ia, nantinya pasar tersebut akan diisi oleh pasar basah, seperti buah, sayur, daging, ikan, dan sebagainya, serta dipadukan dengan pedagang onderdil dan barang bekas.
Setelah itu, akan dilaksanakan revitalisasi di Jalan Merdeka yang selama ini ditempati para pedagang loak. Pedestrian juga akan dilakukan di Jalan Manunggal dan Jalan M.A. Salmun.
“Kemudian langkah berikutnya kita sedang melaksanakan sebuah kajian ya, untuk mengubah arus lalu lintas. Jadi dari RSUD kalau ke Jembatan Merah tidak perlu belok lagi ke Mawar, tapi bisa lurus,” ujarnya.
“Ini sedang kita kaji, sehingga nanti Jalan Semeru yang tadinya mati suri, nanti Insyaallah akan bangkit lagi pelan-pelan, akan tertata lagi, dan nanti bisa mempersingkat waktu untuk sampai ke Jembatan Merah Stasiun Bogor,” tambahnya.
Hingga saat ini, Dedie Rachim mengatakan, progres pembangunan Pasar Merdeka telah mencapai 90 persen.
Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat, Martin Rustandi mengungkapkan, Pasar Merdeka memiliki fasilitas lantai dasar, lantai satu, lantai dua, serta rooftop.
Pihaknya memastikan awal September mendatang area di Pasar Merdeka sudah bisa diisi oleh para pedagang. “Setelah pedagang masuk, baru kita akan melaksanakan pekerjaan yang di luar bangunan. Karena terkait sekarang kan semua lahan ini dipakai untuk tempat pedagang sementara,” terangnya.
Martin menjelaskan, secara keseluruhan, konsep pasar bersih di Pasar Merdeka menghadirkan pedagang tematik. Karena selain pasar basah yang menjual buah, sayur, daging, dan sembako, juga akan ada berbagai pedagang pisang. Kemudian juga tersedia area untuk pedagang onderdil dan area loak.
“Di lantai 2 kita khususkan untuk kuliner, dan lantai rooftop juga ada cafe dan ruang meeting,” pungkasnya. (*)



















