Bogor24Update – Pemeirntah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melelang enam jabatan eselon II atau setara kepala dinas di lingkungan pemerintahnya.
Melalui mekanisme open bidding, enam jabatan utu meliputi Asisten Administrasi Umum, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Kebudayaan, serta Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan.
“Proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN yang memiliki potensi, kompetensi, dan dedikasi untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto dalam keterangannya, Minggu 2 Agustus 2026.
Pendaftaran seleksi dibuka mulai 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 melalui portal asnkarier.bkn.go.id. Seluruh tahapan seleksi mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta Pengumuman Nomor 001/PANSEL-II/KAB.BOGOR/2026.
“Seleksi terbuka ini dapat diikuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Barat yang memenuhi persyaratan administrasi, kompetensi, pengalaman jabatan, kepangkatan, pendidikan, dan ketentuan lainnya sebagaimana tercantum dalam pengumuman resmi,” jelas Rudy.
Selain memenuhi persyaratan administrasi, peserta juga diwajibkan mengunggah seluruh dokumen pendaftaran dalam format PDF melalui sistem yang telah disediakan.
Dokumen tersebut meliputi surat lamaran, daftar riwayat hidup, ijazah, transkrip nilai, KTP, pasfoto, surat keputusan pangkat, surat keterangan sehat, surat pernyataan bermaterai, hingga dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan.
Tahapan seleksi akan berlangsung secara berjenjang, mulai dari seleksi administrasi, asesmen kompetensi, penulisan makalah, presentasi dan wawancara, pemeriksaan kesehatan, penelusuran rekam jejak, hingga pengumuman hasil seleksi yang dijadwalkan pada 28 Agustus 2026. Jadwal tersebut dapat berubah sesuai keputusan Panitia Seleksi.
Rudy menilai seleksi terbuka ini menjadi peluang bagi ASN yang memiliki kemampuan dan integritas untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah. Ia berharap proses tersebut dapat menghadirkan semangat perubahan, meningkatkan kinerja organisasi, serta mendorong kualitas pelayanan publik yang semakin baik.
“Kita ingin mencari putra-putri terbaik melalui proses yang transparan dan objektif. Saya melihat banyak ASN yang memiliki potensi. Melalui seleksi terbuka ini, kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN,” ungkap Rudy.
Ia juga menegaskan seluruh rangkaian seleksi tidak dipungut biaya. Proses seleksi dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Panitia Seleksi berhak melakukan verifikasi terhadap seluruh data dan dokumen yang disampaikan peserta, sementara keputusan Panitia Seleksi bersifat final,” tegasnya.(*)





















