Cianjur24Update – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan perbaikan pada ruas Jalan Nasional Lingkar Selatan, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Perbaikan dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat dan pengguna jalan terkait kondisi jalan berlubang serta permukaan bergelombang yang dinilai membahayakan keselamatan, khususnya bagi pengendara roda dua.
Jalan Lingkar Selatan merupakan jalur strategis penghubung Bandung–Sukabumi. Kerusakan di ruas ini kerap memicu kecelakaan dan kerusakan kendaraan, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan jalan.
Koordinator Pengawas Lapangan Kementerian PUPR PPK 2.1 Jawa Barat, Agus Warso, mengatakan perbaikan dilakukan dengan metode overlay atau pelapisan ulang aspal di sejumlah titik yang mengalami kerusakan, disertai penambalan lubang.
“Melihat kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang, kami langsung melakukan overlay. Selain itu juga dilakukan penambalan di titik-titik lubang,” kata Agus, Senin 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran. Sesuai arahan Menteri PUPR, seluruh jalan nasional ditargetkan dalam kondisi Zero Hole atau bebas lubang paling lambat H-7 Lebaran.
“Instruksi dari Pak Menteri, H-7 jelang mudik semua jalur nasional harus Zero Hole. Ini demi keamanan dan kenyamanan para pemudik,” ujarnya.
Di ruas Lingkar Selatan Cianjur, overlay dilakukan sepanjang sekitar 500 meter, ditambah penambalan di beberapa segmen lainnya.
Untuk wilayah kerja PPK 2.1 Jawa Barat yang mencakup perbatasan Cianjur hingga Sukabumi, target Zero Hole ditetapkan paling lambat H-10 sebelum Lebaran.
Saat ini, perbaikan masih difokuskan di jalur Lingkar Selatan hingga batas Gekbrong atau perbatasan Cianjur–Sukabumi.
Sebelumnya, penambalan lubang juga telah dilakukan dari perbatasan Cianjur–Bandung Barat menuju sejumlah ruas jalan lainnya.
Agus menyebut, kerusakan jalan dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta aktivitas kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas.
Meski demikian, pihaknya memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya lubang baru.
“Jika ada lubang baru akibat hujan, akan langsung kami tutup lagi. Insyaallah menjelang mudik kondisi jalan siap dan aman dilalui,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan kerusakan jalan tersebut selama berbulan-bulan karena membahayakan pengguna jalan.
Dengan dimulainya perbaikan, diharapkan arus lalu lintas kembali lancar dan risiko kecelakaan dapat ditekan. (*)






















