Bogor24Update – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi.
Kepala BPSDM Perhubungan, Suharto, menyampaikan bahwa kerja sama ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta penguatan kelembagaan transportasi di Kota Bogor.
“Hari ini kita bersama-sama dengan Pemerintah Kota Bogor melaksanakan MoU berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan penguatan kelembagaan transportasi di Kota Bogor,” ujar Suharto kepada wartawan di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa, 17 Maret 2026.
Dengan program ini, lanjut ia, putra-putri terbaik Kota Bogor akan mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) selama 3 hingga 4 tahun.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan kembali ke Kota Bogor sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor transportasi,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa setiap tahunnya akan dipilih rata-rata lima orang peserta untuk mengikuti program ini, dengan masa kerja sama berlangsung selama lima tahun.
Adapun proses seleksi dilakukan secara ketat dan melibatkan sejumlah instansi, termasuk Badan Kepegawaian Negara, guna memastikan transparansi dan kualitas peserta.
“Kriteria utama adalah lulus seleksi kompetensi dasar yang diselenggarakan oleh BKN. Kami tidak bisa mengintervensi karena itu merupakan kewenangan penuh BKN,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik kerja sama ini dan menilai program tersebut mampu menjawab kebutuhan SDM transportasi, baik untuk saat ini maupun di masa depan.
“Alhamdulillah ini menjawab tuntutan kebutuhan SDM sekarang dan masa depan,” kata Dedie Rachim.
Dengan adanya MoU tersebut, kata Dedie Rachim, pihaknya paling tidak sudah dapat memastikan setiap kelulusan itu ada lima orang yang menjadi PNS dan ASN membantu di bidang transportasi kota Bogor. Karena, menurut ia, bidangnya sangat spesialis di bidang transportasi tentu ini kebutuhan riil perkotaan.
“Jadi nanti ilmunya dan pengalamannya juga termasuk jejaring dari pendidikan di STTD. Harapannya bisa membantu perkembangan sistem transportasi perkotaan di Kota Bogor,” pungkasnya. (*)




















