Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau lokasi terdampak bencana di wilayah Kebon Manggis RT 01 dan RT 02 RW 04, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, menyusul terjadinya longsor akibat curah hujan tinggi.
Dedie Rachim mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem di Kota Bogor ditandai dengan curah hujan yang mencapai sekitar 120 milimeter per hari. Dampak dari hidrometeorologi salah satunya pergeseran tanah, longsor, banjir lintasan, dan lain sebagainya.
“Peristiwa longsor yang terjadi di RT 01 dan RT 02 RW 04 ini menjadi bukti bahwa kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Karena memang kondisinya climate disaster,” ujarnya dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
Dedie Rachim juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan untuk segera melakukan mitigasi bencana.
“Saya minta masyarakat Kota Bogor untuk memitigasi bencana dengan menghindari tempat tinggal tentu di area yang cukup rawan bencana,” ucapnya.
Sebagai langkah penanganan, pihaknya akan melakukan pendataan warga terdampak untuk menentukan jumlah kebutuhan hunian sementara (huntara).
“Kita akan mendata warga mana saja yang harus kita berikan Huntara, nanti akan dicek berapa banyak. Intinya untuk menghindari terjadinya korban jiwa akan kita siapkan Huntara,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan, BPBD, serta Dinas Perumahan dan Pemukiman terkait rencana relokasi warga.
Ia lanjut menjelaskan, jika bicara kewenangan bahwa Sungai Cipakancilan atau Cisadane masuk di bawah kewenangan atau tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane.
“Jadi adanya di pusat, kalau yang ini anak sungai adanya di provinsi. Kita akan Koordinasi,” katanya.
Dalam penanganan awal, Pemerintah Kota Bogor melakukan langkah tanggap darurat, termasuk pengamanan area terdampak.
“Pertama penanganan tanggap darurat termasuk Huntara. Kemudian tebingannya yang berpotensi longsor kita tutup,” pungkasnya. (*)




















