Cianjur24update – Harga plastik yang melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir berdampak langsung pada pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kenaikan harga plastik ini membuat perajin makanan ringan dan kue kering harus menghitung ulang harga pokok produksi (HPP).
Kenaikan harga plastik menyebabkan biaya produksi meningkat. Banyak pelaku UMKM di Cianjur terpaksa menyesuaikan strategi usaha agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya.
Perajin kue kering di Cianjur, Yeti Hernawati, mengaku kebingungan dengan kondisi ini. Menurutnya, kenaikan harga plastik membuat pelaku UMKM harus cepat mengubah perhitungan HPP dan harga jual.
“Sebetulnya pelaku UMKM bingung, karena harus mengubah HPP dan menentukan harga jual, sementara kami juga harus mempertimbangkan apakah konsumen bisa menerima kenaikan itu,” kata Yeti.
Meski harga plastik naik, banyak pelaku UMKM memilih tidak langsung menaikkan harga jual. Mereka khawatir konsumen akan beralih ke produk lain jika harga dinaikkan terlalu cepat.
Sebagai solusi, sebagian pelaku UMKM mengganti ukuran dan jenis kemasan plastik agar biaya produksi tetap terkendali. Namun, langkah ini dinilai belum cukup untuk menutup kenaikan biaya secara keseluruhan.
Kenaikan harga plastik di Cianjur sudah terjadi sejak Februari 2026 dan terus meningkat hingga setelah Lebaran. Bahkan, lonjakan harga plastik dipicu oleh faktor global yang memengaruhi bahan baku.
Pemilik toko plastik di Cianjur, Intan Suhartini, mengatakan harga plastik naik tajam dalam waktu singkat.
“Setelah Lebaran, kenaikan harga plastik langsung mulai dari 40 persen, bahkan ada yang sampai 100 persen,” ujarnya.
Saat ini, harga plastik yang sebelumnya sekitar Rp25 ribu per kilogram naik menjadi Rp50 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat menurun.
Penurunan daya beli berdampak pada omzet pedagang plastik di Cianjur. Banyak pedagang mengaku mengalami penurunan penjualan hingga 50 persen.
Pelaku UMKM di Cianjur berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga plastik. Selain itu, bantuan bagi UMKM dinilai penting agar usaha kecil tetap bertahan di tengah kenaikan biaya produksi. (*)





















