Bogor24Update – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Energi Primer Indonesia (EPI) memperingati Hari Bumi dengan aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung di Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan bertajuk ‘River Clean Up Earth Day’ ini diisi dengan santunan anak yatim dan pelepasan 5.000 bibit ikan tengadak dan tawes sebelum mengarungi atau menyusuri aliran Sungai Ciliwung.
Untuk pengarungan Sungai Ciliwung dilakukan mulai dari titik Leuwi Orok sampai Saung Alkesa. Sepanjang perjalanan peserta dari PLN memungut sampah yang ada di Sungai Ciliwung.
Vice President K3KL PLN EPI, Muh Aminuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di tengah meningkatnya persoalan ekologis.
“PLN EPI saat ini berupaya mendukung pelestarian lingkungan melalui kegiatan EPI River Clean Up dalam rangka memperingati Hari Bumi. Kami merasa turut bertanggung jawab terhadap tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari pencemaran, perubahan iklim, hingga penurunan kualitas ekosistem,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata. “Kita tidak hanya dituntut untuk peduli, tetapi juga harus bertindak nyata. PLN EPI berkomitmen untuk turut serta dalam pengendalian pencemaran lingkungan melalui aksi langsung seperti ini,” tambahnya.
Pemilihan sungai sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sungai dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai sumber air, tetapi juga sebagai habitat berbagai ekosistem yang perlu dijaga bersama.
“Kenapa kami memilih sungai, karena sungai bukan hanya sumber air, tetapi juga menopang berbagai ekosistem. Tantangan yang dihadapi juga cukup besar, salah satu yang menjadi perhatian terkait pembuangan sampah sembarangan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PLN EPI juga berupaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami terus mengupayakan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan berkontribusi dalam memulihkan lingkungan yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, Pendamping Satgas Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor, Suparno Jumar, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kelestarian sungai yang dimulai dari Leuwi Orok sampai Saung Alkesa.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 45 peserta dengan menggunakan 10 perahu karet dan tiga kano, serta didukung tim pengamanan dari BPBD Kota Bogor.
“Total ada sekitar 45 orang, menggunakan 10 perahu karet, tiga kano, dan satu tim safety officer dari BPBD. Sepanjang perjalanan kami melakukan pembersihan sampah, terutama jenis styrofoam dan plastik,” jelasnya.
Selama penyisiran sungai, peserta juga menepi di sepanjang bantaran untuk mengangkat sampah yang didominasi jenis residu atau sulit didaur ulang.
Dalam waktu sekitar satu jam, tim berhasil mengumpulkan hingga 670 kilogram sampah dari aliran sungai dengan jarak pembersihan kurang dari 500 meter.
“Dengan 45 orang dalam waktu sekitar satu jam, terkumpul 670 kilogram sampah dengan jarak tidak sampai 500 meter. Kalau misalnya 100 orang dengan durasi waktu maksimal dua jam, bisa lebih dari dua ton,” katanya.
Suparno juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai. Ia menyoroti masih adanya aktivitas pembuangan limbah oleh pelaku usaha.
“Bumi sudah menyediakan kebutuhan semuanya, tapi hari ini ternyata kita selalu menghianati itu, salah satunya masyarakat masih membuang sampah ke sungai. UMKM juga masih membuang limbah termasuk industri. Ini harus kita atur bersama agar lingkungan tetap terjaga,” tegasnya. (*)






















