Cianjur24update – Bencana pergerakan tanah melanda Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu malam, 22 April 2026.
Peristiwa pergerakan tanah di Cibeber Cianjur ini menyebabkan satu rumah warga mengalami rusak berat, tujuh rumah rusak ringan, serta satu bangunan masjid turut terdampak. Selain itu, sebanyak 20 rumah lainnya terancam akibat pergeseran tanah.
Tidak hanya merusak bangunan, pergerakan tanah di Cibeber Cianjur juga mengakibatkan lahan kebun dan pesawahan milik warga mengalami kerusakan cukup parah.
Camat Cibeber, Ardian, mengatakan wilayah tersebut memang masuk dalam zona rawan pergerakan tanah karena kondisi kontur dan tekstur tanah yang labil.
“memang ada titik-titik rawan pergerakan tanah, ditambah kontur dan tekstur tanah yang cukup rentan. saat ini masih dikaji apakah perlu direlokasi atau tidak,” katanya.
Hingga saat ini, jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas, termasuk kajian kemungkinan relokasi warga.
Salah seorang warga terdampak, Milawati, mengungkapkan pergerakan tanah terjadi saat hujan deras disertai petir yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga dini hari.
“hujan dari sore jam 5 sampai jam 1 malam, hujannya deres banget. Ada suara pletak pletek, pas kejadian itu langsung geser.
sekitar tengah malam soalnya hujan kita langsung pergi karena udaj firasat kan takut. Iya langsung ngungsi ke rumah saudara berdua sama nenek,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerusakan terjadi dari bagian depan hingga belakang rumah. Saat ini, ia bersama keluarganya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“kita langsung mengungsi ke rumah uwa. sekarang tinggal di sana dulu sementara, karena di atas lebih aman,” katanya.
Berdasarkan data BPBD, dampak pergerakan tanah di Desa Cibokor ini tersebar di delapan kampung.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. (*)






















