Bogor24Update – Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mencatat jumlah anak putus sekolah di wilayahnya sedikit pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengungkap berdasarkan data terakhir per Desember 2025 jumlah anak yang putus sekolah tercatat 21 orang.
“Untuk anak yang putus sekolah di tingkat SD ada 14 orang, dan SMP ada 7 orang, jadi total ada 21 orang,” jelas Hardi, Rabu, 29 April 2026.
Sedangkan untuk data pada 2026, pihaknya masih belum mendapatkan informasi terbaru. Menurutnya, ini juga dikarenakan adanya program pendidikan nonformal yang turut membantu dalam menekan angka putus sekolah, yakni melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada di wilayah RW 06.
“Yang ikut paket A, B dan C di PKBM itu semua warga Tegallega. Jadi anak yang putus sekolah disini memang cukup sedikit, karena kan ter-cover juga oleh SMP Negeri 3 dan SMK 3 yang di Pajajaran,” jelasnya.
Selain itu, kata ia, ketersediaan fasilitas pendidikan formal di wilayah Tegallega juga dinilai cukup memadai. Terdapat empat Sekolah Dasar, yaitu SD Malabar, SD Baranangsiang, SD Tegallega 1, dan SD Tegallega 2.
“SMP-nya kita punya SMP Negeri 3 di tambah kita ada Taman Kanak -Kanak (TK). Alhamdulillah dari sekolah yang ada di Kelurahan Tegallega warga masyarakat masih ter cover untuk sekolah disini,” ucapnya.
Faktor utama yang menyebabkan anak putus sekolah, dijelaskan Hardi, umumnya berkaitan dengan kondisi ekonomi.
“Rata-rata karena faktor ekonomi. Mereka tidak mau melanjutkan sekolah kerena lebih baik bekerja dibanding mereka harus sekolah,” pungkasnya. (*)






















