Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, belum mampu untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban secara penuh untuk Idul Adha.
Hingga saat ini, Pemkab Bogor baru bisa memenuhi kebutuhan pasar sekitar 40 persen. Sementara selebihnya masih bergantung pada daerah lain.
“Seperti tahun-tahun kemarin, stok hewan kurban untuk pemenuhannya itu tidak terpenuhi (maksimal),” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Diskanak Kabupaten Bogor, Hardy Hendriwan kepada wartawan, Rabu 29 April 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar jelang Idul Adha ini, Pemkab Bogor mendatangkan hewan kurban seperti sapi daerah daerah luar Kabupaten Bogor. Seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Namun, tingginya arus distribusi hewan kurban dari luar daerah, mengharuskan Pemkab Bogor lebih intens melakukan pengecekan kesehatan hewan.
Pemeriksaan dilakukan secara intensif melalui petugas dari enam Pusat Kesehatan Hewan (puskeswan) yang disebar ke berbagai titik penjualan.
“Kita mengimbau kepada pedagang supaya sapi-sapi yang diperdagangkan itu sudah memenuhi standar kesehatan disertai dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal,” tegas Hardy.
Selain aspek kesehatan hewan, Diskanak juga menyoroti pentingnya kebersihan kandang dan lingkungan penampungan. Hal itu dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit hewan menjelang Idul Adha.
“Jadi kita periksa dan tetap menjaga higienitas kandang dan juga kebersihan lingkungan, itu yang kita terus-menerus sosialisasikan ke pedagang,” pungkas Hardy.(*)




















