Bogor24Update – Pemerintah Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mengaktifkan dua alat sistem peringatan dini atau early warning
system (EWS) untuk mengantisipasi ancaman banjir dan longsor yang sewaktu-waktu dapat melanda permukiman warga.
Lurah Panaragan, Ima Ratnasari, menjelaskan bahwa EWS banjir terpasang di sisi sungai kawasan RW 07 sudah mengalami perubahan dari yang manual menjadi otomatis.
“Awalnya masih manual, jadi harus dikoneksikan ke alat tersebut. Sekarang sudah ada alat yang memang mendeteksi dan alarmnya itu bisa (didengar) oleh wilayah RW 07,” ujar Ima, Rabu, 6 Mei 2026.
Untuk jangkauan alarm banjir tersebut hanya mencakup RW 07, sesuai dengan peta terdampak yang selama ini hanya mengenai beberapa RT di kawasan itu.
Ia menegaskan, meski banjir belum terjadi sejak alat dipasang, alat tersebut telah siap sebagai langkah antisipasi.
Sedangkan untuk deteksi longsor, Kelurahan Panaragan mendapat satu unit alat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor yang merupakan bagian dari pilot project Badan Informasi Geospasial (BIG).
“Jadi Kelurahan Panaragan yang dipilih diberikan bantuan alat tersebut. Satu alat, tapi bisa mendeteksi dan alarmnya bisa didengar oleh warga di RW 01 dan RW 02,” ungkapnya.
Ke depan, Ima berharap cakupan alat pendeteksi longsor dapat diperluas hingga menjangkau seluruh RW di Kelurahan Panaragan.
Selain itu, kelurahan juga menggandeng BPBD untuk menggelar simulasi evakuasi bagi warga. Titik-titik penyelamatan dan jalur evakuasi, termasuk tangga darurat, telah ditetapkan.
“Kalau terjadi banjir yang memang parah, sudah ada titik di mana penyelamatan dan evakuasinya,” pungkasnya. (*)






















