Bogor24Update – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baranangsiang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Dapur yang berada di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur ini sebagai bagian dari upaya mendukung program pemenuhan gizi masyarakat di Kota Bogor.
Kehadiran SPPG tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota.
Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah mengatakan, SPPG Baranangsiang menjadi dapur kedua dari kolaborasi Kadin dan Polresta Bogor Kota setelah sebelumnya hadir di wilayah Cibalagung.
“Hari ini kami meresmikan SPPG Baranangsiang, yang kebetulan dapur SPPG ini merupakan bentuk kolaborasi daripada Polresta dengan Kadin Kota Bogor. Ini adalah SPPG kedua, yang pertama di daerah Cibalagung,” ujar Dona.
SPPG Baranangsiang, kata Dona, akan mulai beroperasi pada 10 Mei 2026 mendatang. Sebelum beroperasi, seluruh persyaratan dan sertifikasi penunjang telah dipenuhi.
“Sebelum beroperasi, kami sudah melengkapi dengan berbagai macam sertifikasi, yaitu sertifikasi penjamah sampai dengan lab air dan juga SLHS. Mudah-mudahan berjalan lancar,” jelasnya.
Secara teknis, dijelaskan Dona, operasional SPPG Baranangsiang tidak berbeda dengan SPPG lainnya. Pihaknya juga memastikan fasilitas yang tersedia telah memenuhi standar kualitas.
“Sebelum makanan didistribusikan, kita akan mengadakan rapid test untuk makanan. Itu sudah kami lakukan setiap hari sebelum distribusi makanan diberikan, kita melakukan dulu uji tes rapid food,” ungkapnya.
Kata Dona, pada tahap awal, penerima manfaat program akan difokuskan kepada 1.000 orang.
“Untuk sementara kami akan berjalan di penerima manfaat 1.000 dulu. Lalu nanti berlanjut karena penentuan terkait penerima manfaat itu merupakan kewenangan pihak BGN,” terangnya.
Ditempat yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi menjelaskan, peluncuran SPPG Baranangsiang merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional untuk pemenuhan gizi masyarakat.
“Hari ini kita menambah lagi SPPG Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan Kadin,” tutur Hanafi.
Ia menjelaskan, program itu merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang dari pemerintah pusat hingga daerah.
“Nah, kalau dikerjakan oleh pemerintah sendiri tidak mungkin. Maka tugas pokok Badan Gizi Nasional dibantu kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah,” jelasnya
Lebih lanjut, ia mengatakan, target penerima manfaat program di Kota Bogor mencapai sekitar 380 ribu orang. Saat ini, sudah terdapat 134 SPPG yang beroperasi di Kota Bogor.
“Targetnya sampai 200 SPPG , tapi sekarang ada 134 SPPG yang operasional. Sudah mengarah ke 350.000 penerima manfaat atau sekitar ke 75 persen,” bebernya.
Dirinya berharap, semua anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kota Bogor nantinya dapat terlayani.
“Harapan kita penerima manfaat terlayani semua,” pungkasnya. (*)






















