Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan pembangunan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Rr. Juniarti Estiningsih, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan trase baru.
“Alhamdulillah hari ini kita hadir di lokasi trase baru yang nanti insyaallah akan dibangun sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita. Kemarin sudah dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujarnya di lokasi lahan trase baru, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pekerjaan tidak hanya pada konstruksi jalan, tetapi juga pedestrian, taman di area trase baru, dan Leuweung Batutulis.
“Jadi ini nanti pembangunan satu kawasan yang terintegrasi. Mudah-mudahan ini akan menjadi salah satu destinasi wisata baru khususnya di area Batutulis atau di kawasan yang memang di-heritage-kan oleh Pemerintah Kota Bogor, ” ucapnya.
Estiningsih menambahkan bahwa jalan baru tersebut memiliki panjang sekitar 300 meter. “Beberapa mungkin item terkait Leuweung Batutulis dan taman serta pedestrian,” terangnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Wilayah Pelayanan Satu Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Andi Nugroho menjelaskan bahwa kontrak kerja dengan penyedia jasa telah dilakukan dan proyek ditargetkan selesai pada Oktober mendatang.
“Kalau pekerjaan ini kita kemarin telah melaksanakan kontrak dengan penyedia jasa, dan target penyelesaiannya pada bulan Oktober selesai,” terangnya.
Dijelaskan Andi bahwa pekerjaan meliputi pembangunan jalan, taman di Leuweung Batutulis serta di kawasan Sumur Tujuh, dan pedestrian.
“Semoga pekerjaan ini bisa menjadi destinasi baru bagi Kota Bogor, khususnya kawasan yang heritage di Kota Bogor,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kota Bogor, Hakanna menuturkan bahwa pembangunan direncanakan mulai direalisasikan pada pekan depan.
“Alhamdulillah hari ini saya sudah berkomunikasi dengan pihak pembangunan dan kontraktornya. Insyaallah minggu depan infonya akan mulai realisasi pembangunan,” ujarnya.
Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusivitas lingkungan selama proses pembangunan berlangsung, mengingat nantinya akan ada aktivitas alat berat dan lainnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk saling mensuport agar lingkungan tetap kondusif. Karena ini tidak lepas nanti teknisnya turun alat berat dan lain sebagainya. Itu dibutuhkan sekali koordinasi dengan wilayah,” kata Hakanna.
Menurutnya, pembangunan jalan ini merupakan harapan masyarakat Bogor Selatan, khususnya warga Lawang Gintung dan Batutulis yang sebelumnya sempat merasa resah akibat kondisi akses jalan.
“Ini yang dicita-citakan masyarakat Bogor Selatan, khususnya di area Lawang Gintung dan Batutulis. Alhamdulillah pemerintah cepat tanggap, tapi memang harus melalui mekanisme, karena kita tidak boleh sembarangan mengatur tata kelola jalan alih ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembangunan jalan alih dari Jalan Saleh Danasasmita menuju jalur alternatif tersebut diharapkan berjalan lancar.
“Mudah-mudahan lancar, kita dukung bersama dan insyaallah ini menjadi kebahagiaan masyarakat Bogor Selatan,” pungkasnya. (*)





















