Sukabumi24update – satu hari menjelang pelaksanaan Aksi 2.6.26 yang digagas Forum RT-RW Kota Sukabumi, posko logistik berukuran 3×3 meter mulai berdiri di depan Balai Kota Sukabumi, Jalan R. Syamsudin, SH. Posko tersebut menjadi pusat pengumpulan bantuan logistik dari masyarakat untuk mendukung jalannya aksi yang akan digelar pada Selasa, 2 Juni 2026 besok.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga dan berbagai elemen masyarakat mulai berdatangan untuk menyerahkan bantuan berupa air mineral, makanan ringan, hingga perlengkapan pertolongan pertama (P3K). Bantuan tersebut dikumpulkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap agenda penyampaian aspirasi yang akan dilakukan di depan Balai Kota Sukabumi.
Koordinator aksi, Mauly Fahlevi Prawira, mengatakan bahwa aksi tersebut akan tetap dilaksanakan sesuai rencana dan telah diberitahukan secara resmi kepada Polres Sukabumi Kota.
“Aksi akan direalisasikan pada Selasa, 2 Juni 2026 sesuai dengan surat pemberitahuan yang telah kami layangkan kepada Polres Sukabumi Kota,” ujarnya saat ditemui di Posko Logistik Aksi 2.6.26.
Mauly menegaskan bahwa aksi tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari mahasiswa, pekerja, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga warga RT dan RW dipersilakan bergabung untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
“Siapa saja boleh bergabung. Mahasiswa, pekerja, ormas, warga RT/RW, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat. Semua boleh ikut dan berkontribusi,” katanya.
Menurutnya, Forum RT-RW Kota Sukabumi juga mengundang seluruh pengurus RT dan RW se-Kota Sukabumi untuk hadir dalam aksi tersebut sebagai bentuk perjuangan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemimpin daerah.
Panitia memperkirakan jumlah peserta aksi akan mencapai ribuan orang. Oleh karena itu, posko logistik dibuka untuk menampung bantuan dari masyarakat berupa air minum, makanan ringan, dan perlengkapan kesehatan guna menunjang kebutuhan peserta aksi.
“Estimasi kehadiran massa akan mencapai ribuan orang. Sehubungan dengan jumlah massa yang cukup banyak, kami membuka posko tampung logistik untuk menampung partisipasi masyarakat Kota Sukabumi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mauly menegaskan bahwa pembukaan posko logistik juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa gerakan yang dilakukan Forum RT-RW murni berasal dari aspirasi masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa gerakan ini murni didasari oleh naluri memperjuangkan kepentingan masyarakat, tanpa ada yang menunggangi apalagi mendanai,” tegasnya.
Dalam aksi tersebut, Forum RT-RW Kota Sukabumi akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satunya meminta Wali Kota Sukabumi untuk menepati janji-janji politik yang dinilai berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, termasuk realisasi program dana abadi.
Selain itu, Forum RT-RW juga meminta Wali Kota Sukabumi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh Ketua RT dan Ketua RW se-Kota Sukabumi terkait pernyataan yang dianggap telah menimbulkan polemik mengenai legitimasi forum RT/RW.
“Kami menuntut Wali Kota Sukabumi agar menepati janji-janji politiknya, terutama yang bersinggungan langsung dengan masyarakat seperti dana abadi. Kami juga meminta Wali Kota Sukabumi untuk meminta maaf kepada seluruh Ketua RT dan Ketua RW se-Kota Sukabumi atas pernyataan yang seolah-olah menyatakan RT dan RW itu ilegal,” pungkasnya.
Aksi 2.6.26 diperkirakan akan menjadi salah satu aksi penyampaian aspirasi terbesar yang melibatkan unsur RT dan RW di Kota Sukabumi pada tahun ini.




















