Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan soft launching Museum Pajajaran di Bumi Ageung Museum Pajajaran, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu, 3 Juni 2026. Peresmian ini dalam momentum peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa aktivasi museum ini tidak perlu menunggu seluruh fasilitas rampung 100 persen. Saat ini progres pembangunan dan kesiapan museum pariwisata sejarah ini telah mencapai angka 80 persen.
“Hari ini merupakan sebuah momentum jatuhnya Hari Jadi Kota Bogor yang ke-544, kita jadikan sebagai langkah untuk membuka Museum Pajajaran. Kenapa? Karena kalau menunggu lengkap dulu baru diaktivasi, nanti malah tidak termanfaatkan dengan baik. Saat ini sudah 80 persen, dengan berbagai artefak dan juga koleksi yang sudah disumbangkan berbagai pihak,” ujar Dedie Rachim.
Pembangunan museum diproyeksikan menjadi ikon wisata sejarah baru di Jawa Barat. Dedie Rachim membeberkan bahwa proyek strategis ini berhasil terealisasi berkat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah.
Ke depan, Pemkot Bogor juga mendorong agar Istana Batutulis dan koridor di sekitarnya dapat dikembangkan secara selaras guna membangun infrastruktur sekaligus SDM masyarakat Bogor.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, menjelaskan bahwa museum ini didirikan sebagai sarana edukasi, informasi, dan penelitian sejarah pelestarian budaya Sunda.
Ia menyebut, saat ini sudah ada sekitar 80 koleksi pusaka yang siap dipamerkan di tiga ruang pamer utama.
“Alhamdulillah, ruangan di bawah sudah siap. Ruang pamer pertama berisi pusaka, ruang kedua berisi historia, grafiti, dan alat musik baru seperti gamelan. Sedangkan ruang pamer ketiga berisi storyline dari pada sejarah Pajajaran, yang merupakan sumbangan khusus dari Bapak Wali Kota Bogor,” jelas Firdaus.
Saat ini, koleksi museum didominasi oleh 33 pusaka dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan koleksi dari BPNB. Firdaus menambahkan, pihak Bank BJB juga turut berkontribusi memberikan hibah satu buah lukisan Prabu Siliwangi untuk menambah khasanah museum.
Untuk melengkapi koleksi di masa mendatang, Disparbud Kota Bogor telah melayangkan surat resmi ke Museum Sri Baduga Bandung dan Kerajaan Keraton Sumedang Larang guna pengadaan replika mahkota Binokasih serta atribut Kerajaan Pajajaran lainnya.
“Rencana ke depan, kita juga akan meninggikan pagar pembatas dengan besi dan tembok agar lebih estetis. Di samping itu, akan dibangun amphitheater di lokasi yang saat ini digunakan untuk pameran temporer,” katanya.
Setelah soft launching ini, Museum Pajajaran akan mulai beroperasi secara bertahap dengan penyusunan jadwal kunjungan minimal satu minggu sekali demi menjaga ketertiban sekaligus menyempurnakan fasilitas museum secara berkelanjutan. (*)























