Bogor24Update – Sebanyak 27 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor mengikuti Pelatihan Kompetensi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe C.
Kegiatan kolaborasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor dengan BPSDM Provinsi Jawa Barat ini berlangsung di Hotel Onih, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menutupi kekurangan tenaga PPK yang kompeten di lingkungannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Pemkot Bogor masih menghadapi tantangan kekurangan tenaga PPK.
”Kebutuhan ideal kita sebetulnya mencapai hampir 100 personil PPK Tipe C, namun kondisi faktual (existing) di lapangan saat ini kita baru memiliki 65 personil. Melalui pelatihan ini, kita mengikutsertakan 27 aparatur,” ujar Denny.
Denny berharap, ke-27 peserta yang terdiri dari 16 pria dan 11 wanita ini mampu menuntaskan pelatihan dengan hasil maksimal, yakni lulus 100 persen dalam ujian sertifikasi keahlian.
“Mudah-mudahan dari narasumber dan dari BKPSDM terus memberikan materi yang gampang diingat nanti pas ujian juga supaya lebih mudah menjawabnya. Kalau soalnya muda tapi jawabannya susah,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Umum BPSDM Jawa Barat, Asep Riyanto, memberikan apresiasi atas komitmen tinggi Pemkot Bogor dalam melakukan akselerasi penguatan SDM.
Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pemenuhan formasi PPK hingga ke tingkat Tipe B.
”Ke depan, tidak hanya untuk Tipe C, mudah-mudahan kita juga bisa terus berkolaborasi untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi bagi PPK Tipe B. Sinergi ini kami harapkan dapat segera memenuhi seluruh kebutuhan formasi PPK di lingkungan Pemerintah Kota Bogor,” jelas Asep.
Menurut Asep, pemenuhan kuota personel PPK sangat krusial untuk memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa dapat berjalan lebih cepat, akuntabel, dan tepat waktu.
Hal tersebut diyakini akan menjadi kunci dalam mengakselerasi pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kota Bogor.
“Kami dari pemerintah provinsi siap berkolaborasi dengan pemkot bogor terus mengembangkan kapasitas dan potensi ASN di Pemerintah Kota Bogor,” pungkasnya. (*)























