Bogor24Update – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meninjau pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Paledang-Pasir Jaya di RW 12, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat pada Rabu, 1 Juli 2026.
Jenal Mutaqin meminta agar kontraktor proyek pembangunan jembatan senilai Rp2,7 miliar ini menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pembangunan selesai tepat waktu.
“Jembatan ini merupakan penghubung antara dua kelurahan, yaitu Kelurahan Paledang dan Pasir Jaya. Tepatnya menghubungkan Kampung Lebak Sari RW 03 di Paledang dan RW 12 di Pasir Jaya,” kata Jenal kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa histori jembatan ini sebetulnya memang cukup panjang.
“Dahulu semenjak pemerintahan sebelumnya, sempat dianggarkan. Namun, beberapa kali gagal. Hampir 4 tahun APBD, anggaran untuk jembatan ini gagal,” ungkapnya.
Jenal memaparkan, permasalahannya klasik, ada beberapa indikator termasuk penolakan masyarakat dan akses yang memang sulit masuk. Sehingga pada 6 bulan lalu, dirinya mencoba jajaki karena dari aspirasi yang masuk ke Pemkot Bogor ada kejadian yang cukup menyedihkan di Paledang yaitu masyarakat sulit akses untuk berobat.
“Ya, bahkan ada yang sempat tidak tertolong sampai meninggal di tanjakan karena kehabisan oksigen. Jadi, ini tanggung jawab pemerintah tentunya. Tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat penting dan strategis. Kami datangi dua kelurahan tersebut dan mensosialisasikan bahwa pentingnya akses ini. Kita satu negara, satu kota, harus saling mendukung dan mensupport,” paparnya.
Setelah enam kali pertemuan dirinya yang didampingi para Lurah, Camat, dinas, Babinsa dan Babinkamtibmas. Bahkan sempat diundang ke Balai Kota Bogor masyarakat dari dua kelurahan tersebut.
“Akhirnya Alhamdulillah, ikhtiar panjang hari ini sudah dibangun dengan progres positif. Positifnya lebih dari 4%. Sehingga target 26 minggu mudah-mudahan bisa terealisasi, dengan anggaran kurang lebih Rp2,7 miliar,” bebernya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, lelang dilakukan di bagian PBJ dan leading sektornya adalah Dinas Perumkim Kota Bogor. Kemudian ada persyaratan dari masyarakat yang waktu itu sempat melakukan audiensi, yaitu melibatkan tenaga kerja.
“Direkrut 40 orang walaupun secara bergantian karena sesuai kebutuhan. Termasuk kantin dan warung-warung, saya minta ke pihak ketiga atau kontraktor untuk jajan di masyarakat yang ada di sekitar sini. Saya juga minta K3 diterapkan dan jangan ada keterlambatan dalam pembangunan,” tambah Jenal.
Jenal membeberkan, fasilitas dan keamanan jembatan nanti akan ada portal yang disepakati untuk membatasi jam operasional jembatan ini. Sehingga kekhawatiran hal-hal yang tidak diinginkan bisa lebih dicegah. Termasuk satpam, untuk keamanan dipekerjakan warga di sini untuk menjaga jembatan ini.
“Total panjang jembatan kurang lebih bentangannya sepanjang 48 meter. Lebar bersihnya 1,8 meter, tapi kalau dengan tiang 2,4 meter. Bisa untuk kendaraan motor, tapi kami akan berdiskusi dengan masyarakat apakah ini hanya untuk pejalan kaki saja atau dengan kendaraan bermotor. Yang pasti, kondisi darurat seperti sakit atau orang meninggal jembatan dibuka akses 24 jam,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan memaparkan, progress rencana di minggu ke-5 sebesar 1,45% sementara realisasi 5,46%. Jadi pekerjaan 4,01% lebih cepat. Saat ini telah dilakukan pengecoran kaki abutmen sisi Pasir Jaya pada 29 Juni 2026.
“Untuk kegiatan lanjutan yaitu merangkai tulangan badan abutmen Pasir Jaya dan secara simultan melanjutkan penggalian lubang abutmen sisi Paledang (Lebak Sari),” tutup Erwin. (*)





















