Cianjur24Update — Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Cianjur menargetkan peningkatan investasi di Kabupaten Cianjur hingga 50 persen dalam tiga tahun masa kepengurusan baru.
Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten Cianjur, Cahya Ibrahim, mengatakan salah satu program utama HIPMI Cianjur adalah mengundang investor untuk datang dan menanamkan modal di Kabupaten Cianjur.
“dua program utama saya untuk tahun depan, insya Allah jika terlaksana, yaitu mengundang investor ke Kabupaten Cianjur. Kita ingin Kabupaten Cianjur menjadi tuan rumah bagi para investor,” ujar Cahya Ibrahim, usai pelantikan pengurus BPC HIPMI Cianjur, Senin, 24 Agustus, 2026.
Menurut Cahya, masuknya investasi diharapkan mampu memberikan dampak positif dan nyata terhadap perkembangan perekonomian Kabupaten Cianjur.
Setelah pelantikan kepengurusan baru, HIPMI Cianjur akan terlebih dahulu menggelar Rapat Kerja Cabang atau Rakercab.
Forum tersebut menjadi wadah bagi setiap bidang untuk menyampaikan program kerja dan menjalankan tugas sesuai peraturan organisasi.
Dalam kepengurusan baru BPC HIPMI Cianjur terdapat 12 bidang. Masing-masing bidang akan menjalankan satu program selama tiga tahun masa kepengurusan.
Selain mendorong investasi, Cahya Ibrahim juga menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu perhatian utama HIPMI Cianjur.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur masih menghadapi kendala permodalan, perizinan, hingga akses untuk mengembangkan usaha.
Cahya menegaskan HIPMI Cianjur akan berupaya menjadi wadah bagi para pelaku UMKM tanpa membedakan antara anggota HIPMI maupun masyarakat umum.
“banyak sekali keluhan yang kita terima terkait UMKM-UMKM di Cianjur yang membutuhkan permodalan, akses perizinan, dan lain-lain. HIPMI Cianjur di sini hadir untuk memberikan ‘rumah’ bagi para UMKM di Cianjur demi kemudahan berwirausaha,” katanya.
Untuk persoalan permodalan, HIPMI Cianjur sebelumnya telah menjalin MoU dengan Bank BJB. Ke depan, kerja sama juga akan dijajaki dengan sejumlah bank yang tergabung dalam Himbara.
Salah satu program yang sedang diperjuangkan yakni akses KUR hingga Rp100 juta tanpa jaminan bagi UMKM.
Program tersebut nantinya akan disosialisasikan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
BPC HIPMI Cianjur menargetkan peningkatan investasi sebesar 25 persen pada tahun pertama kepengurusan. Pada tahun kedua, investasi ditargetkan kembali meningkat 25 persen, sementara pada tahun ketiga ditargetkan mencapai peningkatan hingga 50 persen.
Namun, Cahya mengatakan HIPMI Cianjur belum menetapkan target nominal investasi dalam hitungan rupiah.
Hal itu karena pihaknya masih perlu melakukan pendataan untuk mengetahui secara detail kebutuhan total investasi di Kabupaten Cianjur.
“kalau secara nominal miliar, kita belum menghitung secara detail. Persoalan hari ini adalah kita belum mendata seberapa besar sebenarnya kebutuhan total investasi di Kabupaten Cianjur ini,” ujarnya.
Cahya Ibrahim optimistis berbagai target tersebut dapat direalisasikan dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait.
Optimisme itu semakin kuat setelah pelantikan pengurus HIPMI Cianjur mendapat sambutan positif dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kabupaten Cianjur.
“saya sangat optimis. Tadi kita disambut baik oleh Forkopimda. Alhamdulillah hadir di sini Ketua DPRD, Bupati Kabupaten Cianjur, Dandim, Kapolres, Kejari, dan lainnya,” kata Cahya.
Ia menilai pengembangan perekonomian Kabupaten Cianjur membutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui konsep pentahelix.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan berbagai unsur lainnya dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik sekaligus memperkuat pertumbuhan UMKM di Kabupaten Cianjur. (*)






















