Disamping itu, pihaknya juga akan menghadirkan pihak DPUPR, Disperumkim, Bappeda, dan BPBD Kota Bogor serta perwakilan warga.
Pertemuan itu guna membahas dan mencari solusi atas permasalahan banjir yang telah berdampak kepada warga.
“Kami panggil untuk mendiskusikan langkah-langkah ke depan baik terkait semacam ganti rugi atas banjir kemarin diderita warga serta langkah ke depan penyelesaian banjir jangka panjang,” terangnya.
“Artinya kita harus menghitung volume debit air tertinggi sekaligus bisa memperhitungkan berapa luas penampang volume air yang harus dibuang,” imbuhnya.
Menurut Atang, seharusnya pembangunan yang dilakukan di OCBD mengacu kepada hal-hal terkait penyelesaian masalah banjir.
“Karena itu kami ingin meminta penjelasan hari Kamis nanti termasuk AMDAL, site plan seperti apa. Dan kemudian ini harus disesuaikan ukuran yang dipersiapkan oleh pemerintah, dalam artian berapa volume air tertinggi dan kapasitas air yang harus disalurkan melalui saluran air,” katanya.