Baca Juga :Â Masih Ada 7.000 Ton, Bulog Klaim Stok Beras Aman hingga Puasa
Sekalinya ada gabah, kata Ajum, harganya tak masuk akal, mencapai Rp800 hingga Rp850 ribu perkwintal.
“Kalau harga bahan segitu kadang kita ngejual juga mines. Jadi kita gal berani banyak ngambilnya. Karena biasanya kita dapat harga jauh di bawah itu,” keluh Ajum.
Untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya, Ajum mengaku kini lebih banyak terjun ke sawah untuk bertani pada sektor lain selain padi.
“Sementara penghasilan saat ini kita berkebun ke sawah,” tandasnya.(*)