Bogor24Update – Aksa Harita Bhumi (AHB) bersama Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Jakarta dan Perhimpunan Profesional Hortikultura Indonesia (PPHI) menggelar International Lecture Series 2026 bertema “Horticulture as the Living Infrastructure for Sustainable Landscapes” di Griya Anggrek, Kebun Raya Bogor.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, serta menghadirkan narasumber nasional dan internasional untuk membahas peran hortikultura sebagai bagian dari infrastruktur hidup dalam mendukung pembangunan lanskap yang berkelanjutan.
Selain seminar dan diskusi interaktif, kegiatan juga menghadirkan creative design challenge serta site visit, sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang menggabungkan wawasan akademik dengan praktik di lapangan.
Dalam sambutannya, Diana Kusumastuti mengapresiasi penyelenggaraan forum internasional tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan upaya membangun lanskap yang tidak hanya indah, tetapi juga berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi IALI, AHB, PPHI, dan seluruh mitra penyelenggara yang menghadirkan pakar internasional. Menurutnya, forum semacam ini menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta memperkaya wawasan mengenai pembangunan lanskap dan infrastruktur yang berorientasi pada keberlanjutan.
Diana menilai pembangunan lanskap di Indonesia harus direncanakan secara matang agar tidak sekadar melakukan penanaman, tetapi juga menghasilkan ruang yang memiliki nilai estetika, fungsi, dan manfaat jangka panjang.
Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur lima tahun ke depan juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni memantapkan sistem pertahanan dan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air. Kementerian Pekerjaan Umum juga turut mendukung target tersebut melalui pembangunan bendungan, irigasi, dan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
Selain itu, Diana menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur juga harus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kegiatan seperti International Lecture Series dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan, mendorong inovasi, dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.
“Forum seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan dan ilmu. Kita jangan puas pada saat ini, tetapi harus terus banyak belajar lagi,” ujar Diana, Selasa, 28 Juli 2026.
Ketua Komite Pelaksana sekaligus Founder Yayasan Aksa Harita Bumi, Wiwiek Murdiastuti, mengatakan bahwa penyelenggaraan International Lecture Series 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, industri hortikultura, serta para profesional arsitek lanskap guna berbagi pengetahuan, memperluas wawasan, dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lanskap yang berkelanjutan.
Menurutnya, kota-kota di berbagai belahan dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya suhu perkotaan, hingga berkurangnya ruang terbuka hijau. Kondisi tersebut menuntut hadirnya solusi yang inovatif dan berkelanjutan, sehingga taman dan ruang terbuka hijau tidak lagi dipandang sekadar sebagai elemen estetika, tetapi telah menjadi living infrastructure yang berperan menjaga kualitas lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, melestarikan keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim.
Ia menambahkan, tema “Horticulture as Living Infrastructure for Sustainable Landscapes” dipilih karena mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat tanaman bukan hanya sebagai pelengkap desain, melainkan sebagai elemen hidup yang memiliki fungsi ekologis dan mampu menghadirkan keberlanjutan bagi lingkungan.
Wiwiek menilai, terwujudnya lanskap yang berkualitas membutuhkan kolaborasi lintas profesi. Indonesia memiliki kekayaan tanaman tropis dan industri hortikultura yang terus berkembang, sementara para arsitek lanskap memiliki kemampuan merancang ruang yang indah, fungsional, dan berkelanjutan.
Sinergi keduanya diyakini oleh Wiwiek mampu menghasilkan ruang publik yang lebih sehat, tangguh, dan bermakna bagi masyarakat.
“Ketika kedua kekuatan ini dipadukan, tidak hanya menghasilkan lanskap yang menarik secara visual, tetapi juga ruang yang lebih sehat, tangguh, dan bermakna bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui International Lecture Series 2026, pihaknya berharap forum tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, memperluas jejaring profesional, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara industri hortikultura dan profesi arsitek lanskap, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)





















