Bogor24Update – Komunitas Milenial Bergerak yang telah berdiri selama sekitar dua tahun terus memperluas kontribusinya dalam berbagai bidang, mulai dari kegiatan sosial, pemberdayaan pemuda dan pelajar, hingga pelestarian lingkungan.
Saat ini, Komunitas Milenial Bergerak memiliki sekitar 50 anggota, dengan 30 di antaranya merupakan pengurus aktif. Selain itu, komunitas juga melibatkan sejumlah relawan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.
Ketua Komunitas Milenial Bergerak, Anja Wirawan, menjelaskan bahwa komunitas tersebut lahir dari inisiatif sekelompok anak muda Bogor yang sebelumnya aktif di berbagai organisasi kepemudaan.
Setelah masa kepengurusan mereka berakhir, para pemuda tersebut ingin tetap memiliki wadah untuk berkegiatan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Awalnya, mereka hanya menggelar aksi berbagi makanan secara swadaya dengan dana hasil patungan. Namun, kegiatan itu kemudian berkembang hingga akhirnya dibentuklah Komunitas Milenial Bergerak.
“Kita patungan, kita beli makanan, kita bagi-bagi. Cuman daripada kayak gitu sekali beres, ya udah kita buatlah komunitas,” ujar Anja, Minggu 19 Juli 2026.
Anja mengatakan, Komunitas Milenial Bergerak kini telah memiliki jaringan di Kota dan Kabupaten Bogor. Bahkan, cakupan kegiatannya mulai meluas hingga wilayah Depok dan Bekasi.
Dalam waktu dekat, komunitas tersebut akan meluncurkan program baru bertajuk JeNAKA (Jembatan Akademi dan Karakter Anak) yang difokuskan pada pemberdayaan anak-anak, remaja, dan pelajar di wilayah kerja mereka.
Selain bergerak di bidang pendidikan dan kepemudaan, Milenial Bergerak juga aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Salah satunya melalui aksi bersih-bersih bantaran sungai yang berkolaborasi dengan Forum Generasi Berencana (Genre) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Dalam kegiatan tersebut, para relawan kerap menemukan berbagai jenis sampah rumah tangga, mulai dari plastik, pembalut wanita bekas hingga popok sekali pakai yang dibuang ke aliran sungai.
“Banyak sampah plastik yang bekas pembalut wanita. Terus juga ada beberapa kali saya nemu pampers bekas,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, Anja mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengelola limbah rumah tangga secara benar dan tidak membuang sampah ke sungai.
“Kita hidup itu berdampingan dengan alam, kita butuh alam, dan alam memberikan semuanya kepada kita. Jadi kita harus saling tukar benefit dengan alam dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Komunitas Milenial Bergerak membuka rekrutmen anggota baru sebanyak dua kali dalam satu periode kepengurusan, yakni pada April serta Oktober-November.
Untuk periode kepengurusan 2026–2027, gelombang pendaftaran berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober atau November 2026.
“Periode 2026-2027, gelombang pendaftaran berikutnya berlangsung pada Oktober atau November mendatang,” pungkasnya.(*)




















