Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelar rapat koordinasi Kota Sehat 2026.
Kegiatan yang digelar di ruang Sri Bima Balaikota Bogor pada Senin, 11 Mei 2026 itu sebagai langkah persiapan menuju penilaian kabupaten dan kota Sehat 2027.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan pada penilaian sebelumnya, Kota Bogor berhasil meraih penghargaan Swasti Saba kategori Wiwerda atau peringkat tengah Kota Sehat.
“Alhamdulillah tahun kemarin kita meraih Swasti Saba peringkat tengah Kota Sehat,” ujar Erna.
Menurutnya, dengan capaian tersebut sudah sangat membanggakan karena di Jawa Barat hanya delapan kabupaten dan kota yang memperoleh penghargaan, sementara di nasional hanya 41 kabupaten dan kota.
“Ini sudah sangat membanggakan. Tetapi kita inginnya naik ke level yang lebih tinggi yaitu Swasti Saba Wistara,” ungkapnya.
Adapun untuk penilaian Kota Sehat, ia menjelaskan dilaksanakan setiap tahun ganjil. Nanti penilaian berikutnya akan dilakukan pada 2027, sehingga persiapan harus dimulai sejak sekarang.
“Hari ini kota melakukan rakor tersebut bertujuan mengevaluasi capaian tahun 2025 dan sudah harus di-input dan dilaporkan ke provinsi dan kementerian,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Erna, rapat juga membahas strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai dari semua tatanan Kota Sehat.
“Ada 9 tatanan 136 indikator dari semua tatanan itu dari mulai, kesehatan, permukiman, pendidikan, pariwisata, perkantoran, pasar, lalulintas, wisata dan bencana,” jelasnya.
“Dari semua tatanan itu ada yang indikator-indikator. Dan untuk mencapai Wistara itu harus di 91 persen capaiannya,” tambah Erna.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, dari 9 tatanan tersebut dua di antaranya telah melampaui batas minimal 91 persen, yakni perlindungan sosial dan permukiman. Sementara tatanan lainnya masih perlu ditingkatkan.
Di tempat yang sama, Ketua Forum Kota Sehat, Deni Mulyana mengatakan bahwa masih ada sejumlah indikator yang perlu ditingkatkan.
“Tadi ada cut on point kurang dari 91 tapi lebih dari 81 sehingga untuk mendapatkan Wistara ke 91 persen ke atas,” jelas Deni.
Ia berharap capaian di 2025 dan 2026 sesuai harapan untuk mencapai Wistara. “Mudah-mudahan di tahun 2027 kita dapat Wistara. Jadi maksimal Wistara minimal tetap di Wiwerda,” katanya. (*)




















