Beruntung kejadian itu terjadi pada malam hari saat kondisi sekolah tidak ada aktivitas belajar. Namun akibat dari kejadian tiga ruangan terendam air dan lumpur, yakni ruang kelas 1, 2, dan 3.
“Siswa diliburkan, para siswa belajar daring, karena ruangannya terendam lumpur,” kata Zaenal.
Sementara guru beserta aparat desa dan warga setempat saling bahu membahu untuk membersihkan lumpur dan bangunan pagar yang ambruk.
“Sudah dilakukan pembersihan dan warga melakukan evakuasi pagar yang ambruk. Lalu, pemilik kolam ikan sudah ketemu dan akan membantu untuk mengantisipasi pagar sekolah yang ambruk,” pungkasnya. (*)