Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Galuga dan Kayumanis selesai pada 2028.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pembangunan PSEL dijadwalkan memasuki tahapan groundbreaking pada akhir Juni 2026. Ia menyebut, kesiapan lahan di dua lokasi sudah mencapai 100 persen.
“Untuk yang Bogor Raya dan Aglomerasi dua-duanya secara lahan sudah 100 persen siap, tinggal nanti groundbreaking dilaksanakan di akhir Juni 2026,” ujar Dedie Rachim usai mensosialisasikan PSEL di Mako PWI Kota Bogor, Selasa, 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa Danantara melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 109 yaitu proyek strategis nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
“Ini merupakan bagian penting dari solusi kedaruratan sampah yang ada di Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu, Pemkot Bogor meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar Galuga dan Kayumanis.
“Jadi ini bukan lagi konteks menggagas, tetapi ini kita akan segera membangun. Tantangannya cukup besar, namun insyaallah menjadi solusi terbaik bagi masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya,” ucapnya.
Di Kayumanis, pembangunan PSEL akan berjalan bersamaan dengan proyek infrastruktur lain di kawasan tersebut, seperti pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota dari anggaran pusat melalui Kementerian PUPR, pembangunan Jalan Tol BORR Seksi 3.
“Semua bersamaan bukan hanya PSEL saja, tetapi ada jalan tol nanti membelah Kayumanis, ada PSEL, ada IPAL, dan juga FABA. Dalam satu kawasan semuanya tujuannya untuk kebaikan masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya,” jelasnya.
Dedie Rachim menyebut, pembangunan PSEL di Galuga dan Kayumanis akan selesai pada awal 2028 dan langsung mulai beroperasi.
“Oleh karena itu dari sekarang persiapan, dikuatkan TPS 3R, Bank Sampah, disiapkan transportasinya dan juga sumber daya manusianya. Tentu bagaimana rekrutmen masyarakat sekitar diberdayakan. Kita akan sosialisasikan lebih gencar supaya ada pemahaman dari masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad menjelaskan bahwa fasilitas PSEL akan menggunakan flue gas sistem pembakaran sampah di atas 800 derajat Celsius.
“Gas furan, dioksin, dan segala macamnya itu akan terurai dan benar-benar selesai. Jadi tidak ada emisi yang keluar sama sekali,” katanya.
Lanjut Dedie Rachim, PSEL di Galuga nantinya akan menghasilkan listrik dan akan diserap langsung gardu induk PLN.
“Nanti akan distribusikan dengan transmisi 150 kV dan 20 kV kependudukan sekitar. Sedangkan berbayar atau tidak, itu hak dari PLN yang akan menentukan dan akan didistribusikan kemana saja,” pungkasnya. (*)




















